Hujan Tiada Henti, Waspadai Gempuran Infeksi Pernafasan
Jumat, 27 Jan 2006 15:04 WIB
Jakarta - Belakangan ini, tiada hari tanpa hujan. Maklum, musim penghujan tengah gencar-gencarnya. Dan musim hujan identik dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Orang batuk, demam, pilek, meriang, sangat mudah ditemui.Mengapa ISPA banyak terjadi di musim hujan? Menurut dokter spesialis penyakit paru-paru RS Persabahatan Jakarta, Dr Tjandra Yoga Aditama, hal itu terjadi karena virus dan sebagian bakteri penyebab infeksi saluran nafas lebih tahan hidup pada suhu yang lebih dingin, untuk di negeri kita, berarti ya musim hujan.Yang kedua, karena banyak hujan, orang makin banyak berkumpul di dalam ruangan yang tertutup. "Atau kalau di dalam bus, maka jendela akan ditutup. Jadi orang penuh, overcrowded, tidak ada ventilasi, sehingga penyakit ISPA mudah menular," kata Tjandra kepada detikcom, Jumat (27/1/2006).Faktor ketiga, daya tahan tubuh lebih sering turun, antara lain karena kehujanan, udara dingin dll. "Selain itu, ISPA memang secara 'siklus' akan terjadi pada musim winter atau hujan," terang aktivis Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) ini.Lalu bagaimana mencegah? Menurut Tjandra, pertama adalah menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, dan antioksidan. Kedua, pola hidup sehat dengan istirahat cukup, tidak merokok, dan menjaga kebugaran. Ketiga, minum obat dan suntikan vaksin bila diperlukan.Jika sudah terkena serangan ISPA, pengobatannya adalah dengan banyak istirahat, meningkatkan daya tahan tubuh, dan diobati dengan obat simtomatik dan obat kausal.Semoga Anda terhindar dari ISPA!
(nrl/)











































