Vaksinolog: Suhu Vaksin Mesti Tetap Terjaga 2-8 Derajat Celcius

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 16:43 WIB
Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligu Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe
Foto: Screenshot/detikcom
Jakarta -

Vaksin yang merupakan produk biologis sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Untuk menyimpannya, diperlukan pengaturan suhu tertentu. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe mayoritas vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius dan mesti tetap terjaga dari pabrik sampai ke puskesmas.

"Ini yang disebut cold chain atau rantai dingin. Artinya sejak vaksin di produksi di pabrik sampai di klinik, di puskesmas, di posyandu, di rumah sakit, ini suhunya mesti harus tetap terjaga 2-8 derajat celcius, dan ini mesti dipersiapkan dengan baik," ujarnya dalam Talkshow Kebaikan Vaksin Pulihkan Indonesia' di detikcom, Selasa (1/12/2020).

Dr. Dirga menambahkan proses produksi vaksin hingga diedarkan ke masyarakat nanti sudah mengikuti standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, Indonesia sendiri sudah punya pengalaman yang sangat panjang dalam menyiapkan dan mendistribusikan vaksin sampai ke pelosok-pelosok dengan tetap menjaga cold chain-nya.

"Kelengkapannya sudah standar misalnya cold box, itu sudah tersedia semua di Indonesia," ungkapnya.

Lebih jauh, dr. Dirga mengimbau masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) karena biasanya berdampak ringan dan segera sembuh dalam waktu satu atau dua hari. Yang penting, kata dia, manfaat dari vaksin.

Menurutnya, keberadaan vaksin sangat penting dalam mengendalikan pandemi di Indonesia, tapi perlu disadari vaksin tidak seketika memusnahkan pandemi. Masyarakat tetap perlu menjaga protokol kesehatan secara ketat, seperti pakai masker, cuci tangan hingga jaga jarak aman.

"Yang perlu masyarakat ketahui, manfaat vaksinasi itu jauh lebih besar dari efek sampingnya. KIPI itu mayoritas bersifat ringan seperti bengkak kemerahan di bekas suntikan, kemudian ada demam sebagai tanda vaksinnya bekerja," pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Pemerintah melakukan percepatan tahapan uji klinis vaksin untuk memastikan keamanan dan kelayakannya. Salah satunya dengan mengirim tim pemantau dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) ke China, sebagai negara produsen vaksin yang tengah dikembangkan oleh Biofarma.

(prf/prf)