56 Perguruan Tinggi Nilai Depkes Kurang Sosialisasikan Askeskin

56 Perguruan Tinggi Nilai Depkes Kurang Sosialisasikan Askeskin

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2006 14:56 WIB
Jakarta - Departemen Kesehatan (Depkes) dinilai 56 perguruan tinggi kurang menyosialisasikan Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin). Tapi Menkes mengaku puas dengan langkah yang ditempuhnya.Ke 56 perguruan tinggi itu ditunjuk pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM 2005.Empat program yang jadi pantauan dan evaluasi perguruan tinggi itu adalah Jaminan Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) yang didalamnya termasuk Askeskin, Subsidi Langsung Tunai (SLT), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Infrastruktur Pedesaan (IP).Sentilan perguruan tinggi itu tidak membuat Menkes Siti Fadilah Supari lemas. Menkes malah mengaku puas dengan hasil JPKMM."Hasilnya surprise, langkah kita di atas 60 persen semua," ujarnya usai menyampaikan Laporan Pemantauan dan Evaluasi PKPS BBM 2005 di Auditorium Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (27/1/2006).Langkah yang dimaksudnya adalah ketepatan sasaran, waktu, jumlah tingkat pemenuhan dan efektivitas. Walau mengaku puas dengan apa yang telah dilakukan departemen yang dipimpinnya, Menkes berjanji akan menjalankan rekomendasi tim untuk melakukan sosialisasi sampai tingkat RT lewat musyawarah warga."Akan kita betulkan kalau itu jalan keluar yang bagus, kalau data kita sangat dekat dengan musyawarah warga," katanya.Meski menerima rekomendasi dari tim pemantau, Menkes tidak mau kalah. Ia menyampaikan kritik terhadap tim peneliti seputar masalah sampling dan parameter efektivitas program.Menurut Direktur Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM Sukamdi, efektivitas adalah perbandingan jumlah PKPS BBM yang diterima keluarga miskin dengan jumlah pengeluaran riil mereka."Orang yang dapat SLT belum tentu anaknya dapat BOS di sekolah. Untuk itu selain meningkatkan sosialisasi, tim juga meminta pemerintah melakukan integrasi 4 program PKPS BBM," katanya.Dengan integrasi itu berarti keluarga miskin menerima manfaat dari 4 program yang ada, terutama pendidikan dan kesehatan. Jika hal ini terwujud, efektivitas PKPS BBM bisa meningkat dua kali lipat."Jika sekarang efektivitasnya 30-40 persen, maka jika terintegrasi, efektivitasnya bisa menjadi 80 persen," kata Sukamdi. (umi/)


Berita Terkait