Gubsu Ngaku Pilih PPP Jika Berpartai, Gerindra-NasDem Tak Masalah

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 16:10 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi di Acara Musywil GPK
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi di Acara Musywil GPK
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan dirinya memilih PPP jika bergabung dengan partai politik, padahal PPP tidak mengusungnya di Pilkada Sumut 2018. Lalu, bagaimana tanggapan partai pengusung Edy?

Salah satu pengusung Edy-Musa Rajekshah (Ijeck) saat Pilgubsu 2018, Gerindra, menilai pernyataan Edy soal memilih masuk PPP adalah hal biasa. Gerindra menilai sah-sah saja jika Edy memilih PPP.

"Biasa aja. Nggak ada yang khusus. Saya kira begitu (sah saja Edy milih PPP)," kata Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Robert Lumban Tobing, Selasa (1/12/20202).

Partai pengusung Edy-Ijeck lain, NasDem, juga menilai tak ada salahnya Edy bergabung dengan PPP. Iskandar menilai Edy punya hak untuk memilih partai yang akan dia masuki.

"Saya pikir itu hak beliau memilih partai apa," kata Iskandar.

Namun, Iskandar yakin Edy tidak akan masuk ke partai. Menurut Iskandar, Edy juga sebaiknya tidak masuk partai.

"Saya yakin beliau tidak masuk partai. Harapannya juga begitu agar beliau tetap milik seluruh golongan," jelasnya.

Sebagai informasi, PPP menjadi salah satu pengusung Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus saat Pilgub Sumut 2018. PPP saat itu berduet dengan PDIP.

Edy sebelumnya mengatakan akan memilih PPP jika harus masuk partai. Hal itu disampaikan Edy saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Gerakan Pemuda Ka'bah Sumut.

"Saudara saudara saya, saya pernah sampaikan bahwa kalau saya harus berpartai, partai saya adalah PPP," kata Edy, Minggu (29/11).

"Karena partai PPP itu partai pejuang, untuk bangsa yang tercinta ini," imbuhnya.

(haf/haf)