Sebelum Positif Corona, Gubernur Riau Sempat ke Jakarta-Rapat di DPRD

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 15:03 WIB
Gubernur Riau Syamsuar (kedua kiri) menyampaikan keterangan pers tentang persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan, di Posko Gugus Tugas Penangangan COVID-19 Provinsi Riau di Pekanbaru, Riau, Senin (13/4/2020). Untuk mecegah meluasnya penyebaran virus Corona (COVID-19), Gubernur Riau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaati peraturan-peraturan di saat diberlakukanya PSBB di Kota Pekanbaru. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.
Gubernur Riau Syamsuar (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Pekanbaru -

Gubernur Riau Syamsuar dan istrinya dinyatakan positif Corona atau COVID-19. Satgas COVID-19 menjelaskan rangkaian kegiatan yang sempat diikuti Syamsuar sebelum positif Corona.

"Pada hari Kamis (26/11), itu ada beberapa pegawai di Pemprov mengalami gejala dan ada juga keluarga kepala dinas mengalami keluhan. Setelah dilakukan swab, beberapa dinyatakan positif," kata juru bicara Satgas COVID-19, Yopi, Selasa (1/12/2020).

Syamsuar disebut sempat berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan di salah satu kementerian. Istri Syamsuar, Misnarni, tidak ikut di acara kementerian tersebut.

"Di Jakarta ada acara Bapak dan Ibu. Saat acara di Jakarta batuk-batuk, itu langsung balik ke Pekanbaru. Di Pekanbaru, Sabtu (28/11) dilakukan swab serta ibu positif," katanya.

Syamsuar dinyatakan negatif saat ikut tes swab, sehingga beraktivitas normal. Sedangkan Misnarni menjalani isolasi mandiri.

"Beliau tetap aktivitas seperti biasa karena negatif. Kalau Ibu harus isolasi mandiri di rumah," katanya.

Syamsuar kemudian ikut rapat paripurna di DPRD Riau. Pada Senin (30/11), tim mengarahkan Syamsuar mengikuti tes swab karena memiliki beberapa keluhan.

"Nah, sesudah paripurna di DPRD tersebut. Seandainya yang ada kontak erat, salaman, atau pakai masker bolak-balik diturunkan agar screening swab PCR," katanya.

"Asal virus, ada beberapa kecurigaan, bukan di acara Pak Gubernur saja karena setiap kegiatan protokol selalu baik. Tapi kadang-kadang yang jadi masalah bukan acaranya, tapi setelah acara," sambung Yopi.

Yopi meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Dia menyebut virus Corona tak pandang status.

"COVID tak mengenal profesi, jabatan, dan siapa saja. COVID-19 tidak pandang bulu, semua statusnya sama di mata COVID-19. Jadi yang membedakan protokol, kegiatan, dan safety orangnya ini," tutur Yopi.

(ras/haf)