Pesantren Jateng Blokir Playboy
Jumat, 27 Jan 2006 14:11 WIB
Solo - Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI/Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia) Jawa Tengah, mendesak pemerintah melarang penerbitan Majalah Playboy versi Indonesia. Jika pemerintah tetap membiarkan, seluruh pesantren di Jawa Tengah akan menghambat peredarannya.Hal tersebut disampaikan Ketua PW RMI Jateng KH Zaim A Ma'shoem kepada wartawan di Solo, Jumat (27/1/2006). Menurut Gus Zaim, demikian dia akrab disapa, jika penerbitan Majalah Playboy versi Indonesia terealisasi maka akan menjadi puncak capaian skenario perusakan moral bangsa."Ada skenario besar oleh kepentingan global untuk menciptakan dekadensi moralitas di Indonesia ini. Selama ini infiltrasinya dilakukan lewat berbagai media perantara dengan berbagai tingkatan. Kurangnya tanggapan atas semua test case itu oleh mereka dinilai bahwa bangsa kita siap menerima produk amoral yang jauh lebih mengerikan lagi," paparnya.Menurutnya, penerbitan Majalah Playboy itu akan menjadi puncak infiltrasi pihak kepentingan terhadap moral bangsa Indonesia. Oleh karena itu semua pihak harus mendesak Pemerintah untuk secara tegas melarang rencana penerbitan malajah khusus pria dewasa itu.Dikatakannya pula, seharusnya PBNU dan PP Muhammadiyah sebagai organisasi muslim terbesar bersama organisasi keagamaan dari agama lainnya tidak hanya membuat seruan moral kepada umatnya masing-masing. Organisasi-organisasi tersebut seharusnya memprioritaskan melakukan desakan yang cukup intens kepada Pemerintah."Seharusnya yang lebih diutamakan adalah desakan kepada Pemerintah sebagai pihak yang berwenang agar melarang penerbitan dan peredaran majalah itu. Saya kira seluruh pemimpin agama apapun tidak akan sepakat penerbitannya (Majalah Playboy), karena musuh semua agama adalah sekularisme dan kemorosotan moral umatnya," lanjutnya."Namun jika Pemerintah tetap membiarkannya terbit dan beredar, kami akan berada di barisan depan untuk melakukan penolakan keras. Seluruh pesantren di Jawa Tengah akan kami konsolidasikan untuk menghambat dan memblokir keburukan yang disebarluaskan melalui media tersebut," tandasnya.Hentikan Tayangan Pendangkal AkidahLebih lanjut, Gus Zaim juga meminta Pemerintah segera melarang semua bentuk pornografi dan pornoaksi yang selama ini telah merebak di Tanah Air yang dilakukan oleh pihak lokal. Hal serupa juga harus dilakukan terhadap tayangan televisi yang berdampak pada pendangkalan akidah umat."Pornografi dan pornoaksi di Tanah Air saat ini sudah sangat memprihatinkan baik itu lewat pemanggungan, media massa cetak maupun elektonik, cetakan, selebaran maupun lain-lainnya. Itu adalah bagian awal perusakan moral dari sebuah proyek yang saya sebut infiltrasi tadi. Pemerintah harus segera melarangnya secara tegas," kata dia."Hal serupa juga harus dilakukan pemerintah terhadap tayangan-tayangan televisi yang menggunakan dasar keyakinan agama sebagai bahan cerita, baik yang misteri maupun kisah dengan bungkus tayangan religius yang saat ini marak diputar. Tayangan itu berpotensi besar mengakibatkan pendangkalan akidah agama bagi umat," lanjut Gus Zaim.
(nrl/)











































