Limbah Non B3 Bisa Jadi Produk Turunan yang Bernilai, Ini Contohnya

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 10:42 WIB
Pertamina
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

Pertamina Refinery Unit III Plaju mengajak masyarakat memanfaatkan limbah Non B3 untuk urban farming. Limbah Non B3 merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan berupa skrap dan reja yang tidak termasuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju Siti Rachmi Indahsari mengungkapkan limbah ini dapat mempunyai nilai tambah dan masyarakat dapat penghasilan tambahan. Beberapa jenis limbah non B3 dapat dikreasikan berupa kayu palet bekas, jerigen bekas hand soap atau hand sanitizer dan karung produk polytam reject.

"Limbah non B3 tersebut dikreasikan menjadi beberapa produk turunan yang bermanfaat dan bernilai jual, antara lain, kayu palet bekas dimanfaatkan untuk media penanaman-rak tanaman urban farming dan media budidaya, khususnya untuk pembesaran burayak ikan cupang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

"Jerigen bekas hand soap atau hand sanitizer dimanfaatkan untuk pot tanaman, tempat sabun untuk wastafel portable, tempat breeding ikan cupang, dan tempat tissue," imbuh di Kampung Kreasi, Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu, kata dia, limbah non B3 juga dapat dimanfaatkan menjadi Larung Polypropylene (Polytam) reject yang dipadukan dengan kain Jumputan Palembang untuk goody bag dan pouch bernilai jual sekaligus dapat menambah penghasilan ibu rumah tangga yang memiliki skill menjahit.

Salah satu warga setempat yakni Choirul Bahri mengaku terbantu dengan Limbah Non B3 dari Pertamina ini. Menurutnya, ada banyak hasil daur ulang yang dimanfaatkan dari limbah tersebut, sehingga memberikan keuntungan bagi dirinya.

"Kami sangat terbantu dengan limbah non B3 dari kilang ini. Palet kemarin dimanfaatkan ibu-ibu untuk rak tanaman, baru dapat 5 rak. Selain itu juga, palet sama jerigen dijadikan kawan-kawan untuk budidaya ikan hias," ucapnya.

"Hari ini ibu-ibu buat pot bunga dari kain handuk bekas dan semen. Alhamdulillah, bermanfaat dan semoga menjadi ladang amal untuk Pertamina juga," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pemanfaatan limbah non B3 ini juga turut menjadi bagian dari penghilang stress di masa pandemi COVID-19. Ibu Etawati misalnya memperoleh manfaat dari pemanfaatan limbah non B3 ini untuk menanam bunga hingga sayur-sayuran.

"Alhamdulillah karena ada kayu palet dari kilang terus dibuat sama bapak-bapak jadi rak tanaman, ibu-ibu punya kegiatan. Kami tanam bunga, sayur, cabai begitu di depan pekarangan sempit depan rumah. Lumayan, bikin gak stress mikir Covid terus. Belum lagi karungnya, bisa jadi goody bag juga, menghasilkan uang tambahan," jelasnya.

(prf/ega)