SBY: Jangan Politisir Buruh
Jumat, 27 Jan 2006 14:03 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengingatkan semua pihak tidak mempolitisir isu tenaga kerja. Karenanya jajaran terkait harus segera menyelesaikan kasus-kasus sengketa perburuhan belakangan ini. "Gubernur, menteri, pimpinan dunia usaha dan asosiasi karyawan buruh, duduklah bersama. Pecahkan masalah secara tulus hingga berhasil. Jangan digeser menjadi arena politik yang berlebihan," kata SBY saat meresmikan pabrik PT Yamaha Manufacturing West Java di Karawang, Jawa Barat, Jumat (26/1/2006). Khusus kepada jajaran pemerintah dan para pengusaha, Presiden minta agar menjalankan kebijakan bidang ketenagakerjaan secara konsekuen dan tanpa kepentingan politik apa pun di belakangnya. Dengan demikian, hak-hak para buruh dan karyawan dapat dipenuhi dengan baik dan meningkat produktivitasnya. "Saya minta Deperin, Depnaker, Gubernur, dan Bupati lakukan kosultasi dengan dunia usaha dalam upaya meningkatkan kesejahtaraan buruh, upah dan kesehatan di level yang lebih pantas,", ujar Presiden. Sebaliknya Presiden juga mengingatkan para buruh agar tidak melampiaskan unjuk rasa mereka menuntut peningkatan kesejahteraan dengan aksi-aksi anarkis. Sebab selain bisa disusupi kepentingan politik, pada jangka panjang akan menganggu iklim investasi dalam negeri. "Iklim investasi tidak baik akhirnya dunia usaha terganggu dan akhirnya mempersulit kehidupan rakyat," tegas SBY.
(nrl/)











































