Round-Up

Sorotan Terbilang untuk Habib Rizieq yang Pulang RS via Pintu Belakang

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 23:19 WIB
Habib Rizieq Syihab
Habib Rizieq Shihab (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) yang meninggalkan RS UMMI Bogor melalui pintu belakang menarik perhatian sejumlah kalangan. Habib Rizieq akhirnya memberi penjelasan. Apa katanya?

Awalnya Habib Rizieq meninggalkan RS UMMI Bogor pada Sabtu (28/11/2020) malam. Habib Rizieq keluar dari RS UMMI di tengah polemik tes swab dengan Satgas COVID-19 Kota Bogor.

"Ini sedang didalami oleh Polresta Bogor, memang infonya seperti itu (meninggalkan rumah sakit), mendapat berita bahwa pasien di RS UMMI itu jam 9 malam keluar dari rumah sakit," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat ditemui di Jaln Cigadung, Kota Bandung, Minggu (29/11/2020).

Lewat pintu belakang, tidak diketahui," kata Erdi.

Sontak tindakan Habib Rizieq yang pulang lewat pintu belakang menarik perhatian. Habib Rizieq akhirnya angkat suara.

RS UMMI: Lebih ke Kenyamanan

Direktur Utama RS UMMI Andi Tatat mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemkot Bogor perihal penanganan Rizieq. Andi menyebut juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya sebelum Rizieq memutuskan pulang

"Pertanyaan terkait dengan kenapa beliau (Rizieq) lewat belakang. Dari awal beliau selalu koordinasi dengan kami. Bahkan, sebelum kepulangan beliau, kami juga langsung koordinasi dengan Pak Wali Kota untuk menyampaikan terkait dengan akan pulangnya beliau," kata Andi saat konferensi pers di kantor Wali Kota Bogor, Minggu (29/11/2020).

Menurut Andi, pihaknya tidak bisa bertemu Wali Kota Bogor karena situasi yang tidak memungkinkan. Namun dia mengklaim proses kepulangan Rizieq berjalan dengan baik.

"Tapi karena pada situasi saat itu belum memungkinkan untuk ketemu langsung dengan Pak Wali Kota, sehingga pada proses sampai beliau membuat surat permintaan pulang dari keluarga dan semuanya berjalan dengan baik," sebut Andi.

Baru kemudian Andi merespons kepulangan Rizieq yang disebut melalui pintu belakang. Andi menyinggung perihal kenyamanan.

"Terkait dengan lewat belakang tersebut, tentunya lebih kepada tingkat kenyamanan saja untuk melakukan proses pulang," ucapnya.


PDIP Soroti Tes Swab

Anggota Komisi IX dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo berharap HRS keluar dalam kondisi sehat sehingga tak membahayakan orang lain.

"Nah terkait dengan meninggalkan RS UMMI tentu yang bersangkutan sudah dipikirkan risikonya hak pasien untuk tidak mau dirawat apalagi di media saya membaca pihak RS tidak mau bertanggungjawab bila ada sesuatu. Ya kita berdoa semoga meninggalkan paksa RS UMMI memang adanya sudah sehat jadi tidak membahayakan pasien juga tidak membahayakan orang lain," kata Rahmad kepada wartawan, Minggu (29/11/2020).

Rahmad kemudian meminta Habib Rizieq untuk membantu pemerintah dalam menangani COVID-19. Seperti melakukan sosialisasi terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Rahmad juga menyayangkan sikap HRS yang tidak berkenan untuk mempublikasikan tes swab COVID-19. Dia menyebut, data pasien memang dilindungi, dia kemudian menyinggung keselamatan warga saat pendemi Corona.

Hasil tes Corona, kata Rahmad adalah sebagai catatan bagi Satuan Tugas (Satgas) dalam melakukan upaya pengendalian pandemi Corona. Sehingga akan membantu dalam melakukan pelacakan.

"Saya berdoa semoga yang bersangkutan sehat dan tidak terpapar COVID, persoalanya bila seandainya terpapar ini jadi masalah dalam rangka pengendalian COVID-19. Ini perlu jadi pertimbangan kepada siapa pun untuk bisa dicatat oleh Satgas dalam pengendalian COVID seandainya pasien yang dites ada penyakit menular seperti COVID, bahkan dalam UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular disebutkan bagaimana mekanisme pengendalian penyakit menular dan ada ancaman bagi yang menghambat pengendalian penyakit menular seperti dalam Pasal 14 UU No 4 Tahun 1984," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3