Komisi III DPR Gelar Uji Kelayakan Komisioner KY Besok, Ini Mekanismenya

Eva Safitri - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 23:13 WIB
Herman Herry (Rahel Narda/detikcom).
Herman Herry (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Komisi III DPR akan menggelar seleksi calon pimpinan Komisi Yudisial (KY) besok. Komisi III memastikan proses seleksi akan bersifat terbuka demi menjaga transparansi.

"Seluruh proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KY RI dilaksanakan dalam rapat pleno khusus Komisi III DPR RI yang bersifat terbuka dalam rangka menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas proses ini," kata Ketua Komisi III, Herman Herry, dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Ada beberapa tahapan yang dilalui dalam seleksi ini. Setiap calon anggota KY RI diharuskan membuat makalah dengan tema atau judul yang telah ditentukan dan disediakan oleh Komisi III DPR dalam amplop tertutup secara acak.

Selanjutnya calon akan mengambil nomor urut untuk sesi wawancara dan pemaparan makalah dari amplop tertutup yang telah disediakan oleh Komisi III secara acak. Secara umum, tema yang diberikan adalah mengenai fungsi KY dalam hal relasi kelembagaan dengan Mahkamah Agung dan fungsi KY dalam mengimplementasikan makna kata independensi dan akuntabilitas terhadap putusan hakim.

"Sesi wawancara akan dilaksanakan hari Selasa 1 Desember 2020. Selama proses wawancara berlangsung, calon anggota KY yang tidak sedang mengikuti wawancara, tidak diperkenankan melihat jalannya pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan yang sedang dilakukan oleh calon lainnya dan harus berada di ruang tunggu Komisi III DPR," ujar Herman.

Kemudian setiap calon anggota KY diberikan waktu selama 60 menit untuk wawancara termasuk menyampaikan pokok makalah yang dibuat. Kemudian pimpinan rapat akan mengatur sesi tanya-jawab kepada calon.

"Alokasi waktu uji kelayakan dan kepatutan masing-masing Calon Anggota KY paling lama adalah 60 menit termasuk 10 menit awal yang digunakan untuk menyampaikan pokok-pokok makalah," ujar Herman.

"Pimpinan Rapat akan mengatur mekanisme jalannya sesi wawancara atau tanya-jawab. Pertanyaan dan kesempatan menjawab oleh Calon, batas waktu, giliran, dan mekanisme pelaksanaannya diatur oleh Pimpinan Rapat sesuai dengan Tatib DPR RI," lanjut Herman.

Tahap akhir, penetapan 7 calon terpilih akan dilakukan dengan musyawarah mufakat atau dengan pemungutan suara. Hal itu diputuskan dalam rapat pleno Komisi III.

"Persetujuan dan Penetapan terhadap 7 calon anggota KY akan dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat atau pemungutan suara oleh Anggota Komisi III DPR. Penentuan dan penetapan 7 calon anggota KY diputuskan dalam rapat pleno Komisi III DPR yang bersifat terbuka. Rencananya kami akan menyampaikan hasil proses ini sebelum masa sidang ini berakhir," tutur Herman.

(eva/knv)