Pengungsi Pascapembunuhan Sadis di Sigi Tambah, Kini 150 KK Tinggalkan Rumah

Mohammad Qadri - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 17:40 WIB
Selain membunuh satu keluarga di Sigi, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora juga melakukan pembakaran rumah. Begini kondisi rumah yang dibakar kelompok MIT.
Lokasi pembunuhan sadis sekeluarga di Sigi oleh kelompok Ali Kalora cs. (Humas Polres Sigi/Antara Foto)
Palu -

Pengungsi pascapembunuhan sadis yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus bertambah. Data terakhir menyebutkan sebanyak 150 kepala keluarga yang merupakan warga transmigran meninggalkan permukiman mereka.

"Secara keseluruhan ada sebanyak 150 KK warga di Dusun 5 Tokolemo, Desa Lembantongoa, mengungsi akibat kejadian kemarin," ujar Kepala Desa Lembantongoa, Deki Basalulu, pada Senin (30/11/2020) siang.

Menurut Deki, warga yang mengungsi takut peristiwa pembunuhan kelompok Ali Kalora kembali terjadi. Untuk itu, warga transmigran memilih meninggalkan rumahnya untuk mencari perlindungan di tempat pengungsian.

Lebih lanjut Deki mengungkapkan, hingga Minggu (29/11) lalu, sudah ada bantuan dari polisi kepada warga pengungsi. Namun pemerintah Desa Lembantongoa kembali menambahkan bantuan kepada warga pengungsi berupa 1 liter beras untuk setiap KK.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Irjen Abd. Rachman mengatakan saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang rumahnya masuk kawasan operasi Satgas Tinombala, khususnya di tempat kejadian pembunuhan sadis di Desa Lembantongoa.

"Benar bahwa ada 150 KK warga transmigran lokal yang sempat mengungsi akibat kejadian pembunuhan yang tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh MIT. Aparat terus melakukan pengejaran terkait kejadian tersebut. Dan juga kami lakukan trauma healing kepada warga sekitar untuk memberikan jaminan keamanan dan menghilangkan rasa takut usai kejadian kemarin," kata Irjen Abd. Rachman saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/11) sore.

Selain melakukan trauma healing, Polda Sulteng bersama Korem 132 Tadulako menyerahkan sembako sebanyak 250 paket yang langsung diserahkan kepada keluarga korban dan masyarakat yang mengungsi.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 49 keluarga mengungsi pascapembunuhan sadis 1 keluarga di Kabupaten Sigi, Sulteng, oleh kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

"Update pengungsi, 49 KK (kartu keluarga) saat ini masih berada di balai desa, Lembaga Romongoa Sigi," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/11).

(nvl/nvl)