Dinkes Minta Warga Palembang Waspada Puncak DBD di Januari

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 11:57 WIB
ilustrasi demam berdarah
Ilustrasi DBD (Foto: thinkstock)
Palembang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang meminta warga mewaspadai puncak demam berdarah dengue (DBD) yang diprediksi terjadi pada Januari 2021. Warga diminta melakukan sejumlah langkah pencegahan.

"Kami sudah bikin edaran, meminta Camat sampai Lurah melakukan upaya 3M (mulai menguras, menutup dan mengubur) untuk dilakukan mulai saat ini. Sebab, di Januari ini adalah puncak DBD," ujar Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan, kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

Yudhi yakin masyarakat akan terhindar dari DBD jika melakukan pencegahan. Dia mengatakan 3M ditujukan untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

"Kalau tempat perindukan jentik tidak ada, nyamuk juga tidak ada. Ini artinya nyamuk tak ada di rumah dan bisa mencegah dari DBD yang juga merupakan virus," katanya.

Hingga November 2020, masyarakat di Palembang yang terkena DBD sudah lebih dari 500 orang. Jumlah ini disebut turun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

"Kasus itu 500 lebih sepanjang tahun 2020, dibandingkan tahun lalu itu sudah 650 atau 750 kasus, artinya turun. Tapi turun kasus ini karena apa, itu jadi tanda tanya. Apalagi saat pandemi COVID-19 saat ini," katanya.

Yudhi menyebut gejala COVID-19 dan DBD tidak jauh berbeda. Pasien bakal mengalami gejala demam tinggi, untuk itu masyarakat diminta lebih waspada dan tidak sungkan datang ke Puskesmas atau rumah sakit.

"Kemungkinan ada masyarakat terkena DBD tapi takut COVID. Jadi ada phobia untuk datang ke faskes. Padahal DBD ini tingkat kematian tinggi, terutama anak balita," katanya.

"Jangan karena sedang pandemi COVID-19 jadi takut dan tidak mau datang ke rumah sakit. Segera laporkan jika ada gejala yang dirasa DBD atau COVID-19," sambung Yudhi.

(ras/haf)