Reaksi Beragam Dunia Internasional atas Kemenangan Hamas
Jumat, 27 Jan 2006 09:58 WIB
Jakarta - Kemenangan mengejutkan Hamas dalam pemilu Palestina mengundang reaksi beragam dari dunia internasional. Namun kebanyakan negara mendesak kelompok militan itu untuk berkomitmen pada jalur perdamaian.Presiden AS George W Bush mengatakan bahwa pemilu tersebut menunjukkan ketidakpuasan publik dengan pemerintah terdahulu. "Ini peringatan bagi kepemimpinan Palestina. Jelas bahwa rakyat tidak senang dengan status quo," ujar Bush yang mengharapkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk tetap memegang jabatannya.Sementara Uni Eropa mengharapkan agar parlemen Palestina yang baru ini akan mendukung pembentukan pemerintahan yang berkomitmen untuk mengakhiri kekerasan. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/1/2006)."Uni Eropa menekankan posisinya bahwa tidak ada tempat bagi kelompok atau perorangan yang menyokong kekerasan," demikian pernyataan bersama negara anggota Uni Eropa.Presiden Afghanistan Hamid Karzai menegaskan bahwa Hamas harus diberi kesempatan untuk membuktikan dirinya. Presiden Pakistan Pervez Musharraf mendesak dunia internasional untuk bersikap adil. "Kita bisa menekan mereka (Hamas) untuk bersikap yang sepatutnya sehingga kita bisa mencapai solusi, namun tekanan yang sama juga harus kita lakukan ke pihak lain, Israel," ujar Musharraf.Di Amman, Raja Yordania Abdullah II menyerukan semua pihak untuk segera kembali ke perundingan mengenai perdamaian Timur Tengah. Sementara Menteri Luar Negeri Aljazair Mohamen Bedjaoui mendesak negara-negara Barat untuk tidak terlalu cepat menilai Hamas."Di dunia Barat ada kekhawatiran bahwa Hamas adalah radikal tapi jangan salah, ada pula kelompok-kelompok yang lebih radikal, dan cara terbaik untuk memerangi radikalisme adalah dengan memulai negosiasi secepat mungkin," tandasnya.Reaksi paling keras atas kemenangan Hamas datang dari pemerintah Israel. Perdana Menteri sementara Israel Ehud Olmert langsung mengadakan pertemuan darurat setelah mengetahui hasil Pemilu Palestina. Olmert menegaskan bahwa pemerintahnya akan menolak bernegosiasi dengan kekuatan Palestina yang mencakup organisasi teroris bersenjata, yang menyokong kehancuran Israel.
(ita/)











































