Bima Arya soal Habib Rizieq: Tugas Kami Cuma Lindungi Warga Bogor!

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 17:47 WIB
Walikota Bogor Bima Arya (48) berpose di kediamannya di Bogor, Jabar. Bima Arya dinyatakan positif terinfeksi corona 17 Maret 2020, menjalani isolasi di RSUD Kota Bogor dan dinyatakan negatif pada 18 April.
Foto: Bima Arya (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya menekankan penanganan persoalan Habib Rizieq Syihab saat menjalani perawatan di RS UMMI merupakan kewenangan Pemkot Bogor. Bima Arya menuturkan tugas Pemkot Bogor adalah melindungi warga dan mengatasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Saya pun ingin menegaskan bahwa ini adalah domain, ranah, Pemkot Bogor sepenuhnya. Jadi tidak ada tekanan, tidak ada intervensi dari pihak mana pun terkait dengan langkah Pemkot Bogor, Satgas COVID-19 dalam menangani persoalan ini (Habib Rizieq)," kata Bima Arya dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (29/11/2020).

Bima Arya menekankan melindungi warga dan mengatasi penyebaran Corona adalah komitmen Pemkot Bogor. Elite PAN itu menuturkan Pemkot Bogor juga berkomitmen menguatkan penerapan protokol kesehatan COVID-19.

"Tugas kami cuma satu, melindungi seluruh warga dan tentunya mengatasi penyebaran COVID-19 di Kota Bogor. Ini adalah soal komitmen kami, komitmen kita semua untuk menjalankan protokol COVID-19," terang Bima Arya.

"Bukan persoalan apa pun kecuali komitmen kita, penguatan komitmen kita terhadap protokol aturan yang sudah disepakati bersama untuk menangani COVID-9 di Kota Bogor," imbuhnya.

Lebih lanjut Bima Arya mengatakan Pemkot Bogor selalu berpegang pada peraturan yang berlaku dalam menjalankan tugasnya mengatasi penyebaran COVID-19. Bima Arya juga menjelaskan aturan-aturan tersebut.

"Dalam melaksanakan tugasnya, tentu saya sebagai Ketua Satgas mempedomani UU yang berlaku. UU Nomor 94 Tahun 1984 dan UU Nomor 6 Tahun 2018 yang mengatur tentang kewenangan pemerintah dalam menanggulangi wabah dan kekarantinaan kesehatan. Kemudian juga Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 36 Tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran, yang di dalamnya disebutkan tata cara dalam menangani persoalan membuka rahasia kedokteran," papar Bima Arya.

(zak/gbr)