Komisi III Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Pembunuh Sadis Sekeluarga di Sigi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 11:52 WIB
Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019). Agenda rapat membahas hasil seleksi capim KPK periode 2019-2023.
Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Komisi III DPR RI mengutuk keras aksi pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Dusun Lewono, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Komisi III mendesak agar kasus tersebut segera diusut tuntas.

"Saya prihatin dengan kejadian ini dan mengutuk keras kebiadaban para pelaku aksi teror yang tidak hanya melakukan pembunuhan atas satu keluarga, tetapi juga membakar sejumlah rumah di mana ada di antaranya merupakan rumah yang dijadikan tempat pelayanan umat Kristiani," ujar Ketua Komisi III DPR Herman Hery kepada wartawan, Sabtu (28/11/2020)

Herman juga mendesak Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso mengusut tuntas kejadian tersebut. Ia meminta semua orang yang terlibat kasus pembunuhan itu harus bertanggung jawab secara hukum.

"Kasus ini harus menjadi perhatian serius bagi Kapolda Sulawesi Tengah untuk segera memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus ini dan membawa orang-orang yang bertanggung jawab ke muka hukum," ucap Herman.

Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta pihak kepolisian dapat segera memastikan apakah ada keterlibatan teroris lokal dalam kasus tersebut. Ia mengatakan aparat negara tidak boleh kalah dari oknum yang berupaya merusak ketenteraman di masyarakat.

"Aparat kepolisian harus memastikan kebenaran apakah kejahatan biadab ini memang dilakukan oleh teroris lokal sebagaimana kabar yang beredar. Jika memang demikian, artinya aparat yang berwenang memiliki tugas tambahan untuk membebaskan masyarakat setempat dari ketakutan akan adanya sisa-sisa kombatan teroris lokal tersebut," ucap Herman.

"Saya meminta aparat secara profesional segera melakukan tindakan yang dianggap perlu demi mengembalikan keamanan di daerah tersebut. Negara tidak boleh kalah dari siapapun yang mencoba-coba merusak ketenteraman dan kerukunan masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Herman berharap masyarakat tidak ikut terpancing kabar yang beredar di media sosial. Ia mengimbau masyarakat mempercayakan pengusutan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Selain itu, saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpancing dengan kabar-kabar di media sosial. Serahkan sepenuhnya penuntasan kasus ini kepada pihak yang berwajib," tuturnya.

Bagaimana peristiwa pembunuhan tersebut terjadi dan siapa pelakunya? Silakan baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2