TKP Petani Tambak di Kalsel Diterkam Buaya Disebut Rawan, Ini Sebabnya

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 04:46 WIB
Warga Kelumpang Selatan, Kalsel, diterkam buaya saat mencuci kepiting. Puluhan warga ikut dalam pencarian (Screenshot video viral)
Foto: Warga Kelumpang Selatan, Kalsel, diterkam buaya saat mencuci kepiting. Puluhan warga ikut dalam pencarian (Screenshot video viral)
Jakarta -

Seorang petani tambak, Samsir (40), tewas diterkam buaya saat sedang mencuci kepiting di area tambak di daerah Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Lokasi peristiwa disebut rawan karena banyak habitat buaya.

"Serangan buaya pada petani tambak warga yang terjadi dimungkinkan karena adanya kegiatan panen ikan yang dilakukan petambak. Sehingga buaya mendekat ke tambak untuk mencari ikan atau makan, dan sudah berada di bawah air dekat bongkar muat ikan pada kapal," kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes M Rifai, dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020).

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sungai Nipah, Kelumpang Selatan, pada Kamis (26/11) sekitar 17.30 Wita. Korban awalnya sedang panen ikan bandeng bersama empat orang lainnya.

Korban lalu memisahkan diri untuk mencuci kepiting yang didapatkannya. Korban diterkam di sekitar tambak bandeng, tak jauh dari lokasi rekannya.

Peristiwa ini baru terjadi desa tersebut. Namun, sebetulnya habitat buaya banyak ditemukan di kawasan Teluk Kelumpang. Diduga habitat buaya terdesak lahan tambak.

"Habitat buaya di sepanjang Teluk Kelumpang terdesak oleh adanya lahan tambak di sekitar daerah tersebut sehingga dimungkinkan buaya tidak memiliki teritori dan sering masuk ke wilayah permukiman atau tambak milik warga," jelasnya.

Pencarian korban dilakukan sejak pukul 18.00 Wita hingga Jumat (27/11) pukul 03.00 Wita. Selain warga, pihak yang terlibat dalam pencarian ialah Polri, TNI, hingga Basarnas/BPBD.

Selanjutnya
Halaman
1 2