Tok! PT Pontianak Hukum Mati Napi Pengendali Narkoba

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 18:08 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi palu hakim (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) memperberat hukuman Hendrik Cendra (42) dari penjara 20 tahun menjadi menjatuhkan hukuman mati. Hendrik terbukti terlibat dalam peredaran 22 kg sabu dan 1.993 butir pil ekstasi.

Hal itu tertuang dalam putusan PT Pontianak dalam website Mahkamah Agung (MA), Jumat (27/11/2020). Dalam berkas itu disebutkan Hendrik adalah terpidana yang sedang meringkuk di Rutan Pontianak untuk menjalani masa hukuman selama 20 tahun.

Penjara tidak membuat Hendrik kapok. Pada April 2017, ia ditelepon oleh Titi dan mengabari akan ada penyelundupan sabu. Hendrik langsung paham dan ia segera menggerakkan anak buahnya yang di luar untuk melakukan estafet narkoba.

Ternyata estafet narkoba anak buah Hendrik tercium anggota tim Polda Kalbar. Mereka dibekuk tidak jauh dari Rutan Pontianak.

Tim Polda Kalbar langsung menyasar ke Rutan Pontianak dan melakukan koordinasi dengan pihak Rutan. Akhirnya, Hendrik diambil dan diproses kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada 11 Agustus 2020, PN Pontianak hanya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Hendrik. Hukuman itu jauh di bawah tuntutan jaksa yang menuntut hukuman mati. Jaksa tidak terima dan mengajukan banding.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hendrik Cendra Ali Aluk Anak Hartoto Tjendra karena itu dengan pidana mati," ujar majelis dengan ketua Sunaryo Wiryo dan anggota majelis Mion Ginting dan Syamsul Qamar.

Selanjutnya
Halaman
1 2