Bagaimana Nasib Perdamaian Timur Tengah di Tangan Hamas?

Bagaimana Nasib Perdamaian Timur Tengah di Tangan Hamas?

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2006 05:51 WIB
Jakarta - Kemenangan Hamas pada pemilu pada Rabu (25/1/2006) lalu telah menyorot perhatian dunia. Pertanyaan besar pun muncul. Akankah upaya perdamaian di Timur Tengah akan terwujud pasca berkuasanya Hamas? Karena selama ini, Hamas dikenal sebagai kelompok Islam garis keras yang tidak mengenal kompromi terhadap Israel.Sebagai gerakan yang memiliki kedekatan dengan gerakan Ikhwanul Muslimin dari Mesir ini, Hamas memulai gerakannya sejak tahun 1987 atau tak lama setelah gerakan Intifadah I (perang terbuka terhadap Israel) berlangsung. Awalnya, organisasi ini didirikan sebagai kelompok sosial sebelum menyebarkan pengaruhnya ke dunia kampus, organisasi profesional dan kelompok politik lokal.Hamas yang merupakan singkatan dari Harakah al-Muqawamah al-Islamiyyah, atau dikenal dengan Gerakan Perlawanan Islam, adalah organisasi anti pendudukan Israel di Palestina yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Palestina terutama di Jalur Gaza. Hamas juga memiliki pengikut hingga Tepi Barat bahkan di negara-negara lain di Timur Tengah termasuk di Israel.Gerakan Hamas yang cukup populer adalah melakukan perlawanan melalui organisasi sayap militer-nya, seperti Brigade Izzudin al Qassam dan kepeduliannya kepada kesejahteraan dan pelayanan sosial bagi masyarakat miskin Palestina.Bagi Hamas tanah Palestina merupakan pangkal permusuhan dengan Israel. Ini dikarenakan Palestina adalah tanah suci Islam yang ditujukan untuk generasi Islam hingga akhir zaman. Bagi Hamas, tanah Palestina ini tidak boleh lepas ke tangan selain umat Islam.Untuk mempertahankan tanah suci tersebut, jihad merupakan jalan yang dipilih, dan doktrin kematian untuk kepentingan Tuhan merupakan kemuliaan yang diharapkan. Karena itu Hamas tidak pernah mengakui adanya negara Israel sebagai negara yang berdaulat, dan hanya menganggapnya sebagai Komunitas Zionis saja.Akibat tujuan organisasi ini yang cukup fundamental, dijadikan justifikasi pemerintah Israel untuk melakukan pembunuhan terhadap pemimpin-pemimpin Hamas. Pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas telah dilakukan Israel melalui serangan udara di daerah-daerah pendudukan, pemboman terhadap mobil yang dikendarai, bahkan dengan penembakan oleh agen-agen Mossad.Selain itu, Hamas juga menggunakan aktivitas politik untuk mencapai tujuannya mendirikan negara Islam Palestina. Pada tahun 2004, kekuatan Hamas terkonsentrasi di Jalur Gaza dan sedikit wilayah Tepi Barat.Berbagai aktivitas politik damai di pemerintahan juga dilakukan Hamas seperti pada tahun 2004 Hamas berpartisipasi di Tepi Barat dalam pemilihan anggota Dewan Perdagangan. Juga dalam aktivitas politik lain di Jalur Gaza.Disebutkan dalam situs wikipedia.org diluar negara-negara Arab, Hamas dikenal dengan serangkaian aksi bom syahid-nya di wilayah yang dipadati kaum urban Israel. Atas aksi-aksi tersebut, Hamas dimasukkan kedalam kelompok teroris oleh Uni Eropa, Kanada, Amerika Serikat dan Israel.Sehingga tidak terlalu berlebihan jika melihat perjalanan Hamas tersebut timbul keraguan dari berbagai pihak tentang proses perdamaian di Timur Tengah. Apalagi Hamas dengan tegas menyatakan penolakannya berunding dengan Israel. "Perundingan dengan Israel bukan agenda pemerintahan kami," kata seorang petinggi Hamas Mushir al Masir seperti dikutip AFP Jumat (27/1/2006).Hal yang sama juga dikemukakan oleh Israel yang enggan melakukan perundingan jika melibatkan organisasi yang termasuk sebagai daftar teroris versi Amerika ini. Namun semuanya masih belum pasti, karena politik di Timur Tengah selalu berubah. Apalagi Hamas juga menyatakan bersedia bekerja sama dengan berbagai kelompok di Palestina termasuk dari Fatah. Jadi kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait