Bush: Hamas Bukan Mitra Kalau Tidak Tolak Kekerasan
Jumat, 27 Jan 2006 02:41 WIB
Jakarta -
Presiden Amerika Serikat, George W Bush Jumat (27/1/2006) menyatakan Hamas tidak akan pernah bisa menjadi mitra untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah sebelum menyatakan penolakan terhadap kekerasan. Bush juga mengulangi pernyataannya untuk tidak berhubungan dengan pemimpin Palestina yang tidak mengakui Israel."Jika platform Anda adalah penghancuran Israel, ini berarti Anda bukan mitra dalam perdamaian," kata Bush kepada pers sebagaimana diberitakan Associated Press, Jumat (27/1/2006).Hamas akhirnya meraih kemenangan gemilang dengan jumlah suara terbanyak dalam pemilu parlemen. Ini merupakan prestasi tersendiri bagi Hamas setelah sekian lama dikuasai Partai Fatah dengan tokohnya Yasser Arafat.Kemenangan tersebut mengguncang dunia dengan kekhawatiran mundurnya upaya pencapaian perdamaian di Timur Tengah. Banyak pihak mensinyalir kemenangan Hamas justru akan semakin mengaburkan upaya perdamaian di Timur Tengah di masa mendatang."Saya menyatakan dengan jelas kalau Amerika Serikat tidak mendukung partai politik yang akan menghancurkan sekutu kami Israel, dan masyarakat harus menolak platform seperti itu," ujar Bush.Dalam pemilihan umum kali ini, Hamas memperoleh 76 kursi dari 132 kursi yang diperebutkan. Sementara Fatah yang telah menguasai Palestina selama kurang lebih dari empat dekade hanya memperoleh 43 kursi. Sisanya sebanyak 13 kursi diperoleh beberapa partai kecil lainnya.Sebelum pengumuman resmi dikeluarkan hari Rabu kemarin, Perdana Menteri Ahmed Qorei buru-buru mengundurkan diri setelah mengakui faksi Fatah yang didirikan oleh Yasser Arafat dikalahkan oleh kelompok militan.Kemenangan Hamas ini sudah diduga oleh beberapa pengamat berdasarkan beberapa hasil survei yang dilakukan oleh lembaga swadaya setempat. Nama Hamas terangkat dikarenakan kepedulian mereka terhadap warga Palestina terutama dalam bidang pendidikan dan sosial.
(ahm/)










































