Isu Kocok Ulang Bergulir, Hakim Tak Produktif

Isu Kocok Ulang Bergulir, Hakim Tak Produktif

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2006 23:54 WIB
Jakarta - Bergulirnya isu kocok ulang hakim agung membuat para hakim agung menjadi tidak produktif lagi. Hakim agung yang biasanya dapat memutus 7 perkara dalam 1 hari, kini hanya bisa memutus 1 perkara saja.Hal tersebut diakui Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Djoko Sarwoko. Menurutnya, isu itu telah meresahkan seluruh hakim agung yang ada."Kinerja hakim agung menjadi terhambat. Sehingga produktivitas menurun. Termasuk saya sendiri, yang biasa memutus 5-7 perkara, hari-hari ini saya 1 pun tidak menghasilkan putusan," kata Djoko di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (26/1/2006).Djoko menjelaskan, keadaan seperti ittu tercipta karena seluruh hakim menjadi memikirkan adanya seleksi ulang. "Sekarang hakim menjadi takut untuk memutus perkara. Takut dipanggil KY," ujar Djoko yang juga menjadi Ketua I Ikahi.Menurut Djoko, KY dengan rencana kocok ulang itu pada dasarnya untuk mengintervensi kemandirian kekuasaan kehakiman. "Dengan kemandirian sudah diintervensi, para hakim jadi tidak bebas mutusnya," imbuhnya.Disamping itu, Djoko juga mengucapkan terima kasih pada pendirian DPR pada rapat dengar pendapat dengan KY beberapa waktu lalu. Karena DPR belum menyetujui rencana KY tersebut."Sampai sekarang hubungan MA-KY belum mesra. Itu yang seharusnya diperbaiki dulu," tegas Djoko. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait