Densus 88 Berhasil Analisis Metode Komunikasi Teroris
Kamis, 26 Jan 2006 22:36 WIB
Jakarta - Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 berhasil menganalisis metode komunikasi yang saat ini digunakan oleh kelompok Noordin M Top. Mereka menggunakan metode komunikasi masyarakat konvensional dengan kurir.Seorang perwira anggota Detasemen Khusus Antiteror 88 mengatakan, untuk mengelabui polisi dalam menyampaikan pesan kepada Noordin M Top, mereka menggunkana empat sampai lima tangan sebelum pesan sampai ke pimpinan. "Dalam berkomunikasi mereka gunakan sistem empat hingga lima tangga," kata seorang petugas Detasemen 88 yang enggan disebut namanya di Mabes Polri Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (26/1/2006).Ditambahkan perwira itu, saat ini polisi sedang berusaha memtus jaringan komunikasi kelompok Noordin M Top. Penangkapan kaki tangan Noordin di Semarang adalah upaya memutus jaringan itu. "Dengan begitu ruang gerak mereka semakin sempit," terangnya.Kepala Bidang Penerangan Umum, Kombes Pol Bambang Kuncoko, membenarkan bahwa saat ini jaringan teroris menggunakan metode itu. "Memang teroris memanfaatkan metode komunikasi masyarakat konvensional secara bertahap," jelas Bambang.Menurut Bambang cara konvensional sangat efektif. Disamping itu dengan jasa kurir teroris juga bisa mentransfer dana. "Karena kalau dengan jasa perbankan rekening mereka sudah diblokir sehingga tak bisa lagi digunakan," paparnya.
(ahm/)











































