5 UKM dari Bengkulu Raih Penghargaan Produktivitas Dunia Usaha

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 22:57 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Provinsi Bengkulu memberikan anugerah Siddhakarya Tahun 2020 kepada para pelaku UKM.

Penganugerahan Siddhakarya ini menjadi wujud upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dari industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Provinsi Bengkulu, dengan delapan kriteria proses penilaian performa perusahaan yaitu dengan menggunakan metode Business Excellence Malcolm Baldrige. Setidaknya, ada enam perusahaan yang menerima penghargaan tersebut, terdiri dari lima jenis usaha mikro (kecil) dan satu usaha menengah.

Pemberian penghargaan Siddhakarya dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Soemarno sebagai perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dalam kesempatan ini turut dihadiri Kabag Umum dan Pemberitaan Biro Humas, Kemnaker Edi Pujimulyono yang mewakili Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas).

Dalam sambutannya, Edi Pujimulyono memaparkan perbedaan antara dua jenis penghargaan produktivitas dunia usaha. Penghargaan Siddhakarya yang diartikan Karya Prima, berupa penghargaan kualitas dan produktivitas tertinggi di tingkat Provinsi yang diserahkan oleh Gubernur pada setiap tahun genap.

Sementara Paramakarya diartikan Karya Unggul, merupakan penghargaan kualitas dan produktivitas tertinggi di tingkat Nasional yang penyerahannya dilakukan oleh Presiden RI pada setiap tahun ganjil.

Lebih lanjut, tujuan dari pemberian Siddhakarya ini, pertama untuk mendorong dunia usaha dunia industri, khususnya UKM, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas serta daya saing perusahaan. Dengan harapan dapat terus berperan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, mensosialisasikan kategori dan kriteria kinerja perusahaan untuk kemudian dapat diimplementasikan. Ketiga, memberikan pengakuan dan penghargaan kepada perusahaan kecil, menengah, dan besar yang telah berhasil dalam peningkatan produktivitas dapat dijadikan teladan dan percontohan standar keberhasilan (bench-marking best practice) bagi perusahaan-perusahaan lain.

"Penghargaan ini juga untuk memfasilitasi pengembangan jejaring komunikasi antar pelaku dunia usaha dunia industri, sehingga dapat memanfaatkan pertukaran informasi tentang pengalaman praktis terbaik (best practice), " jelas Edi.

Ia pun mengatakan peningkatan produktivitas merupakan upaya yang perlu dilakukan secara kontinu, baik di tingkat Pusat maupun Daerah, baik pada skala makro maupun skala mikro. Upaya-upaya tersebut perlu digali dan dikembangkan terkait dengan perbaikan sistem manajemen, pengembangan rekayasa, inovasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kewirausahaan dan budaya produktif.

"Hal tersebut mengandung makna bahwa produktivitas haruslah merupakan gerakan seluruh komponen bangsa dimulai dari perumusan strategi, kebijakan dan program, sampai dengan pelaksanaannya secara efektif, efisien dan masif serta berkelanjutan, " tambahnya.

(ega/ega)