Ini Upaya Kilang Pertamina Cilacap Dongkrak KPI dan Tekan Losses

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 22:45 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Para perwira Pertamina Refinery Unit (RU IV) Cilacap yang tergabung dalam tim losses mengikuti upskilling yang dilakukan secara online melalui aplikasi M-Teams dan campuran pembelajaran offline.

Peserta program pelatihan peningkatan kemampuan merupakan pekerja antar fungsi, mulai dari fungsi ECLC, Finance, OM 60 & 70, hingga IT yang bersinergi mengikuti classroom selama 4 hari berturut-turut, dimulai dari 23 November 2020. Pelaksanaan upskilling bertempat di Gedung Persatuan Wanita Patra (PWP) kompleks Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap.

Dengan segala keterbatasan karena dilaksanakan di tengah Pandemi COVID-19, sebagian materi terpaksa disampaikan lewat aplikasi M-Teams, menampilkan narasumber dari kantor pusat maupun internal RU IV. Materi pelatihan yang dipaparkan antara lain anatomi kapal, proses bisnis RPO, security maritime, loading master 60 & 70, safety approval vessel, dan proses bisnis Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Menurut Section Head Supply Chain, Refining Planning Optimization (RPO) RU IV Arif Ika Pujianto, kegiatan ini sebagai refreshment sekaligus peningkatan kompetensi bagi tim losses.

"Losses merupakan concern manajemen di RU IV maupun pusat danupskilling ini adalah agenda rutin tahunan untuk mendongkrakKPI," ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Ia pun menyampaikan pencapaian target KPI RU IV. "Targetnya pada point 0,15 dan berdasarkan inisiatif RU IV target saat ini sudah mencapai point 0,13," imbuh Arif.

Di sisi lain, Zulkifli sebagai Senior Officer Security/HSSE Shipping- Safety Assurance and Security PT Pertamina (Persero) menyampaikan target upskilling secara menyeluruh, yakni pencapaian Key Performance Index (KPI) dan tercapainya penurunan losses.

Hal ini disampaikan Zulkifli saat memberikan materi 'safety maritime' melalui M-Teams. "Banyak potensi kecurangan terjadi pada proses pengapalan minyak mulai proses loading hingga pengiriman," katanya.

Menurut Zulkifli atau yang biasa disapa Zul, selama ini ada persepsi yang salah, bahwa sekuriti adalah satpam. Jadi seakan tugas pengamanan hanya berada di tangan sekuriti.

"Padahal tanggung jawab pengamanan adalah kewajiban semua insan Pertamina, maka budaya sekuriti perlu ditanamkan dalam diri masing-masing, " terangnya.

Lanjut Zulkifli, kecurangan dalam proses pengapalan dapat terjadi akibat loading master yang tidak mengetahui anatomi kapal.

"Saat pengukuran sudah dilakukan dengan benar secara bersama-sama, pengecekannya juga melibatkan surveyor, loading master dan crew kapal namun saat serah terima minyak, ternyata volume berkurang," jelasnya.

Apabila dilakukan mitigasi dan terdeteksi perusahaan mengalami kerugian, maka dapat menimbulkan sanksi bagi loading master yang bertindak sebagai garda terdepan.

"Sanksi tidak hanya bentuk peringatan tapi langsung dilakukan pemecatan," tegasnya.

Kemudian, hari pertama upskilling dilanjutkan dengan materi tentang proses bisnis RPO dengan Arif Ika Pujianto sebagai narasumber. Tujuannya agar peserta memperoleh insight terkait proses bisnis di Refinery sekaligus mengetahui target KPI yang telah ditetapkan untuk pencegahan losses.

Berikutnya para peserta menerima materi tentang mitigasi fraud& anatomi kapal oleh Danan Eko Prihutomo, dari Ship Performance, yang disampaikan melalui jaringan online.

"Intinya selama 4 hari upskilling ini diharapkan peserta dapat memahami hal-hal yang berkaitan dengan potensi fraud di kapal, memahami penggunaan alat ukur kapal, memperoleh wawasan mengenai pengamanan cargo yang dilakukan selama pengapalan, termasuk tindakan yang dilakukan terhadap kru kapal yang melakukan fraud, dan pengetahuan terkait safety approval serta kriteria kapal yang memenuhi standar keselamatan, juga tentang proses penyandaran kapal," tutup Arif.

(ega/ega)