Kinerja PT Kereta Api Meningkat, Kecelakaan Turun 15%
Kamis, 26 Jan 2006 17:26 WIB
Bandung - Menteri Negara BUMN Sugiharto memberikan 4 petuah khusus terhadap manajemen dan direksi PT Kereta Api (KA). Di antaranya mampu merevitalisasi bisnis, menjadi agen pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan konsisten untuk memberantas praktek KKKN di tubuh BUMN itu.Keempat petuah khusus ini dinilainya sebagai ukuran keberhasilan PT Kereta Api di masa yang akan datang. Ia masih berkeyakinan investasi dan bisnis PT Kereta Api ini masih memiliki peluang besar dan baik. Hingga saat ini dari evaluasi kinerja operasional dan finansial PT Kereta Api pada tahun 2005 ini menunjukkan peningkatan perbaikan. Hal ini diungkapkannya saat memberikan sambutan pada acara rapat kerja PT Kereta Api semester I - 2006 yang berlangsung di kantor pusat PT Kereta Api, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (26/1/2006) di Bandung. "Saya sudah melihat politik road map dari PT Kereta Api hingga tahun 2025. Sangat komprehensif," puji Meneg BUMN Sugiharto Dari data yang ada, saat ini PT Kereta Api sepanjang tahun 2005 mampu menurunkan angka kecelakaan Kereta Api hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, penurunan juga terjadi pada penumpang yang biasa berada di atas kereta api. Penurunan ini sendiri terkait dengan peningkatan penegakan hukum dan sterilisasi stasiun milik PT Kereta Api. Di antaranya terfokus pada Stasiun Jatinegara, Pasar Senen, Rancaekek Cicalengka dan Padalarang. Pada tahun 2006 ini PT Kereta Api sendiri mentargetkan peningkatkan lainnya, khususnya pada masalah finansial.. Di antaranya PT Kereta Api akan meningkatkan pendapatan angkutan penumpang pada tahun 2005 sebesar Rp 1,559 triliun menjadi Rp 1,721 triliun atau meningkat menjadi 12 persen terhadap program tahun 2005. Peningkatan lainnya pada angkutan barang dari Rp 675 miliar pada tahun 2205 menjadi Rp 1,067 triliun pada tahun 2006. Pendapatan pendukung operasi sebesar Rp 103,6 miliar pada tahun 2006 diprogramkan meningkat 17,31 persen atau senilai Rp 124,6 miliar. Total pada tahun 2006 PT Kereta Api mentargetkan pendapatan hingga Rp 4, 008 triliun. Selain itu, pada tahun 2006 ini PT Kereta Api akan menurunkan pengeluaran besar pada masalah BBM yang mencapai Rp 1 triliun. Dalam waktu dekat ini, PT Kereta Api juga akan mengembangkan penanganan angkutan intermoda kereta api dan penerbangan Garuda. Kesepakatan pengembangan usaha ini sendiri telah ditandatangai oleh kedua belah pihak. Pada tahap awal rencana pelayanan antara kedua belah pihak akan dimulai antara Bandung-Gambir-Cengkareng dan Jogja-Solo-Semarang. Mulai 1 Februari ini konsumen kedua belah pihak dapat menikmati layanan paket tiket tersebut. Beberapa kawasan yang akan mengalami pengembangan oleh PT Kereta Api ini antara lain kawasan Manggarai, Laswi Bandung, Gubeng Surabaya. Rencananya, PT Kereta Api akan mengembangkan kawasan tersebut sebagai tempat pusat bisnis dan terminal terpadu transportasi PT Kereta Api.
(nrl/)











































