Saksi: Sebelum Ledakan di BPOM, Ada Percikan Api

Saksi: Sebelum Ledakan di BPOM, Ada Percikan Api

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2006 17:16 WIB
Jakarta - Penyebab ledakan di Laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih misterius. Salah seorang saksi menuturkan melihat percikan api sebelum ledakan terdengar. Korsleting listrik?"Ada percikan api di dalam kelas dan tak lama barulah terdengar suara ledakan," kata Eka Muliawati, salah satu korban ledakan BPOM kepada wartawan di RS MH Thamrin, Jalan Salemba, Jakarta, Kamis (26/1/2006).Eka adalah mahasiswi tahun pertama dari Politeknik Kesehatan Jakarta jurusan farmasi. Saat terjadi ledakan pukul 08.00 WIB, Eka dan kawan-kawannya tengah menghadapi ujian akhir semester di kelas D, yang letaknya bersisian dengan lokasi ledakan. Setelah terdengar ledakan, kepala Eka tertimpa runtuhan plafon. "Saya lalu jatuh menimpa meja, kena dahi. Kemudian gelap. Ada serpihan-serpihan yang beterbangan" tutur Eka. Setelah itu, perempuan yang tinggal di Cawang ini berusaha keluar dari ruangan melalui celah-celah reruntuhan tembok dan plafon. Anak pertama dari dua bersaudara ini sempat menolong teman sekelasnya yang pingsan keluar. Namun tak lama setelah itu, Eka pun pingsan. Ketika sadar, dahi Eka lecet dan kepala bagian belakangnya sakit dan pusing-pusing. Oleh warga sekitar dan pegawai BPOM, Eka dibawa ke RS MH Thamrin. Dokter kemudian melakukan rongent. Hasil rontgen menyebutkan Eka mengalami hematoma frontal. Dokter membolehkan Eka untuk dirawat jalan. Sementara Dwi Yulianti, rekan Eka menuturkan, ledakan terjadi sekitar 30 menit setelah ujian dimulai. Ujian dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. "Setelah ledakan tiba-tiba gelap, saya merasa ada runtuhan-runtuhan menimpa badan saya," tutur Dwi. Setelah itu Dwi tak sadarkan diri. Kini Dwi yang dirawat di RS Thamrin merasakan pusing-pusing dan kesakitan di beberapa bagian tubuhnya. Berikut daftar-daftar korban ledakan yang dirawat inap di RS MH Thamrin:1. Dwi Yulianti, 20 tahun, alamat Batu Ampar V Condet 2. Putu Indah Ira, 20 tahun, alamat Asrama Rindam Jaya Condet 3. Lita, 18 tahun, alamat jalan Cenderawasih 21 4. Tashdiq Anwarulloh, 18 tahun, jalan Pagujan, Pejaten 5. Rafika, 18 tahun, Pandeglang, Banten 6. Jumadi, 37 tahun, jalan Salemba Tengah, Jakarta (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads