Pengacara Amel Ketua Tim Cabup Belitung Timur Anggap Dakwaan Fitnah Janggal

Deni Wahyono - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 14:41 WIB
Amel (kedua dari kiri) / dok. Istimewa
Amel (kedua dari kiri) (Foto: dok. Istimewa)
Belitung Timur -

Pengacara Ketua Timses Paslon Bupati dan Wabup Belitung Timur Burhanudin-Khairil Anwar, Syarifah Amelia (Amel), menganggap dakwaan jaksa terhadap kliennya janggal. Amel sendiri didakwa melakukan fitnah saat kampanye.

Alasan pertama pihak pengacara menilai dakwaan Amel janggal adalah terkait waktu pelaporan dugaan pelanggaran. Menurut pengacara, pelapor melaporkan dugaan pelanggaran di luar batas waktu yang diatur.

"Seperti yang diketahui pada Undang-Undang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020, laporan tersebut harus diajukan maksimal 7 hari sejak diketahui adanya pelanggaran," kata pengacara Amel, Muchammad Alfarisi, kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Dia menyebut pelapor melaporkan Amel pada 30 Oktober 2020. Sementara orasi Amel yang dipermasalahkan terjadi pada 14 Oktober 2020.

"Nah, ini yang kami sampaikan artinya laporan itu sudah kedaluwarsa atau melebih batas hari yakni 7 hari sesuai undang-undang dan Peraturan Bawaslu," ucapnya.

Dia juga mengatakan Amel sempat menanyakan ke Panwas apakah ada dugaan pelanggaran yang terjadi selama kampanye setelah kegiatan selesai digelar. Menurutnya, Panwas yang hadir mengatakan tak ada pelanggaran.

"Hal ini jadi tanda tanya buat kami, ditambah lagi usai kampanye Amel berdiskusi dengan yang hadir terutama penyelenggara Pemilu maupun Bawaslu/Panwas-nya. Serta bertanya ke mereka apakah aman kampanye nya, dan dijawab aman. Artinya, tidak ada pelanggaran, tapi setelah ada laporan kenapa jawabannya bisa berbeda. Ini yang membuat kami berpikir ada hal yang tidak benar," ucapnya.

Dia berharap hakim mencermati fakta yang terjadi. Dia juga berharap pilkada berjalan adil.

"Kami tetap ingin Pilkada Beltim ini jujur, adil, dan bersih. Masing-masing calon diberikan kebebasan saat kampanye sesuai UU yang ada," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2