KPK Mulai Penyelidikan Kasus Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo Sejak Agustus

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 02:01 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

KPK menetapkan 7 orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. KPK menyebut penyelidikan kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster telah dilakukan sejak bulan Agustus.

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan penyelidikan kasus ini bukan dalam waktu yang singkat. Menurutnya, surat perintah penyelidikan telah dimulai sejak Agustus.

"Kalau dilihat dari surat perintah penyelidikan kami mulai di Bulan Agustus. Tentunya bulan Agustus ini bukan waktu yang singkat," kata Karyoto, kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Karyoto menjelaskan sejak surat perintah penyelidikan dimulai, KPK telah memprofiling. Tak hanya itu, KPK juga mengumpulkan sejumlah informasi adanya transaksi melalui teknologi dan perbankan.

"Ini semuanya kita olah, kita ramu sehingga kita bisa membuat sebuah potret kejadiannya. Sehingga apa yang kita lakukan yang dikatakan sebagai suatu yang berkelanjutan terus-menerus akhirnya pada waktunya kita bisa mengambil dan menangkap yang dikategorikan sebagai orang-orang yang menjadi tersangka di sini," jelasnya.

Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saat itu Edhy Prabowo turun dari pesawat yang mengantarkannya dari Jepang. Sebelumnya Edhy Prabowo dan rombongannya melakukan kunjungan ke Hawaii, Amerika Serikat (AS) lalu pulang ke Indonesia dengan transit dulu di Jepang. Total ada 17 orang yang diamankan KPK termasuk istri Edhy Prabowo bernama Iis Rosita Dewi.

Iis sendiri dilepas oleh KPK. Dia tidak ditetapkan menjadi tersangka.

Selanjutnya
Halaman
1 2