Suap Edhy Prabowo Terungkap dari Rekening Penampung yang Dipakai di Hawaii

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 23:56 WIB
Edhy Prabowo Korupsi, Tengelamkan
Menteri KKP, Edhy Prabowo (Tim detikcom)
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi tersangka bersama enam orang lainnya dalam kasus ekspor benur. KPK menduga ada modus rekening penampung dalam kasus ini.

Kasus ini dijelaskan KPK dalam jumpa pers yang disiarkan langsung lewat kanal YouTube KPK RI, Rabu (25/11/2020) malam.


Awalnya, KPK menerima informasi adanya dugaan terjadinya penerimaan uang oleh Penyelenggara Negara. Pada tanggal 21 November 2020 sampai dengan 23 November 2020, KPK kembali menerima informasi terkait hal ini.

"Informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang mewah di luar wilayah Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa pers dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, tengah malam ini.

Konstruksi perkaranya, pada 14 Mei 2020, Edhy menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster. Pihak yang hendak menjadi eksportir benur harus memenuhi penilaian Tim Uji Tuntas sebagaimana yang tertera dalam Surat Keputusan itu.

Tim Uji Tuntas dipimpin oleh Staf Khusus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Ada pula Staf Khusus Menteri Edhy bernama Safri (SAF) selaku Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas.

Pada awal Oktober 2020, Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) bernama Suharjito (SJT) datang ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk bertemu SAF. PT DPPP hendak menjadi eksportir benur. Untuk mengekspor benur, maka syaratnya harus melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK). PT ACK ini bertindak sebagai 'forwarder' benur dari dalam negeri ke luar negeri.

"Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya angkut Rp 1800/ekor," kata Nawawi Pomolango.

Selanjutnya, dugaan modus rekening penampung, duitnya dipakai buat belanja-belanja di Hawaii:

Selanjutnya
Halaman
1 2