Harga Sembako di Yogya Merambat Naik
Kamis, 26 Jan 2006 15:11 WIB
Yogyakarta - Harga sembako di beberapa pasar tradisional di Yogyakarta mulai merambat naik sejak awal pekan ini. Harga sembako yang naik tajam di antaranya cabai, gula pasir, telur ayam, beras dan sayuran.Harga cabai mengalami kenaikan paling tinggi mencapai 60 persen. Semula pada awal tahun 2006 ini harga cabai rawit masih berkisar antara Rp 11.000 - Rp 16.000/kg. Namun saat ini sudah naik hingga mencapai Rp 20.000/kg. Demikian pula beras jenis menengah seperti C4, IR 64, Mentikwangi dan Pandanwangi juga mengalami kenaikan antara Rp 300 - Rp 700/kg. Untuk jenis sayuran lain seperti kol, wortel, kentang dan buncis, meski ikut naik tetapi tidak tinggi kenaikannya. Harga telur, bawang merah dan bawang putih juga ikut naik. Telur sebelumnya Rp 7.000/kg, saat ini naik menjadi Rp 8.200/kg. Sedangkan bawang merah dan putih juga naik Rp 500/kg. Bawang merah dijual Rp 10.500 dan bawang putih Rp 9.000/kg."Lombok rawit hijau naiknya lumayan tinggi. Minggu kemarin lombok rawit hijau masih berkisar Rp 11.000/kg. Sekarang sudah naik jadi Rp 15.000/kg," kata Ny Suharyati (69) pedagang sayur di pasar Beringharjo Yogyakata kepada detikcom, Kamis (26/1/2006).Menurut dia, jenis lombok rawit merah dan cabai merah besar mengalami kenaikan sangat tinggi. Semula lombok rawit merah dijual dengan harga Rp 15.000/kg. Saat ini mencapai Rp dijual dengan harga Rp 20.000/kg. Sedangkan cabai merah besar dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 14.000/kg. "Harga ini masih merupakan harga kulakan dari petani atau pengepul sayuran dari Kecamatan Dukun dan Sawangan Magelang. Kalau di pasar-pasar kecil harganya akan lebih tinggi lagi," kata Suharyati.Namun Suharyati tidak bisa memperkirakan mengapa harga cabe mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Sebab selama ini pasokan dari pengepul juga berjalan lancar. "Memang di Pasar Beringharjo dan Pasar Giwangan, kenaikan harga cabai paling tinggi dibanding lainnya," tegas dia. Demikian pula dengan harga gula pasir, berdasarkan pantauan detikcom di pedagang eceran seperti di Pasar Beringharjo, Pasar Lempuyangan dan pasar Sentul, harga gula pasir mengalami kenaikan antara Rp 500 - Rp 800/kg. Gula pasir lokal semulai dijual dengan harga Rp 5.400/kg saat ini dijual dengan harga Rp 6.000/kg.Sedangkan gula pasir putih atau impor dari Rp 5.600 menjadi Rp 6.300/kg. "Saat mau beli oleh pihak grosir kami sudah diberi tahu kalau harganya naik lagi. Namun pihak grosir sendiri juga mengaku belum tahu mengapa harga gula terus naik," kata Murjadi agen gula pasir di Pasar Beringharjo.Menurut dia, dalam 10 hari terakhir ini harga gula pasir sudah mengalami kenaikan sebanyak dua kali. Pada minggu yang lalu sudah mengalami kenaikan sebesar Rp200/kg. Saat ini naik lagi sebesar Rp 200/kg. Sedangkan harga gula pasir per zak isi 50 kg 253.000 naik menjadi Rp 267.000/zak. Sementara itu Kepala Dinas Peridustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop DIY), Syahbenol Hasibuan, mengaku sudah mengetahui adanya kenaikan sejumlah komoditas bahan pokok terutama gula pasir, telor dan cabai. Pihaknya juga telah menurunkan tim untuk memantau di sejumlah pasar terutama untuk memantau peredaran gula pasir. "Bila mendesak dan perlu sekali, kita bisa melakukan operasi pasar. Namun kita tidak bisa mematok harga gula pasir harus sekian misalnya. Karena tidak ada HET-nya (Harga Eceran Tertinggi-red)," ujar Syahbenol.
(nrl/)











































