Trauma, Korban Banjir Jombang Minta Direlokasi
Kamis, 26 Jan 2006 15:05 WIB
Surabaya - Sebagian penduduk Desa Pengajaran, Kecamatan Wonosalam, Kab Jombang yang rumahnya luluh lantak disapu banjir bandang meminta pemerintah merelokasi tempat tinggalnya.Keinginan ini dipicu rasa trauma dengan ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi lagi. Tetapi lokasi relokasi diminta tidak terlalu jauh daritempat tinggalnya sekarang. Salah warga yang rumahnya hancur di tepi sungai Jarak, Dedi (39), meminta pemerintah Kabupaten Jombang secepatnya menarikan tempat yang lebih aman. Sebabrumahnya yang sekarang hancur diterjang banjir. Jika tidak pindah, ia khawatir banjir susulan akan mengancam keselamatan jiwanya.Dalam kejadian dua hari lalu itu, Dedi menderita kerugian cukup besar. Selain rumah, seluruh isi perabotan serta dokumen penting hilang. "Saya trauma mengingat kejadian itu. Untung saya dan keluarga selamat meski harus kehilangan surat-surat dan ijazah anak. Kami sangat menyambut jika adarelokasi," kata Dedi, Kamis (26/1/2006). Keinginan relokasi juga disampaikan Suminah (62). Nenek ini berharap agar keselatamatan jiwa keluarganya terjamin dan bisa hidup dengan tenang jika pemerintah merelokasinya. "Kalau direlokasi saya inginnya tidak jauh-jauh dari sini," kata Suminah.Tetapi, meski sebagain warga ingin direlokasi, masih ada sejumlah orang yang tetap akan bertahan di tempat asalnya. Alasannya, karena bencana alam seperti banjir bandang dianggap sudah biasa terjadi di desa setempat dan sudah langganan setiap 10 tahun sekali.
(nrl/)











































