Novel Baswedan Jadi Kasatgas Penangkapan Menteri KKP, Ini Profilnya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 13:41 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan memenuhi panggilan Komisi Kejaksaan (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Dok. detikcom/Novel Baswedan Jadi Kasatgas Penangkapan Menteri KKP, Ini Profilnya
Jakarta -

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut terlibat dalam penangkapan Edhy Prabowo. Novel disebut memimpin penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Rabu (25/11).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan tiga kepala satuan tugas (kasatgas) diturunkan untuk kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, termasuk Novel Baswedan. Salah satu kasatgas tersebut adalah Novel Baswedan.

Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap oleh tim KPK dini hari tadi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Penangkapan Edhy Prabowo itu diduga terkait dengan ekspor benur atau benih lobster.

Berikut profil Novel Baswedan:


1. Lulusan Akpol 1998

Novel Baswedan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (AKpol) pada 1998. Tahun 2004 Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu berpangkat komisaris.

Namun kepolisian pernah menjerat Novel Baswedan dalam kasus penembakan tersangka pencurian sarang walet. Kala itu dia masih bertugas di Polres Bengkulu.

Kemudian pada Mei 2015, Novel ditangkap di kediamannya, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sidang etik Polri pada 2004 telah menyimpulkan bahwa Novel bukanlah pelakunya.

2. Penyidik Tetap KPK

Novel diangkat menjadi penyidik tetap KPK tahun 2014. Karier Novel terbilang cemerlang di KPK.

Dia membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dari pelariannya di Kolombia.

Novel juga mengungkap kasus Wisma Atlet yang turut menyeret mantan anggota DPR Angelina Sondakh.

Novel juga menjebloskan Nunun Nurbaeti ke penjara terkait kasus suap cek pelawat pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.

Dia turut membongkar kasus jual-beli perkara pemilukada dengan keterlibatan mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Peran Novel sebagai ketua tim penyidik dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM berhasil menyeret sejumlah nama petinggi Polri seperti mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo.

Peristiwa ini membuat panas hubungan antara KPK dan Polri.

3. Bersaudara dengan Anies Baswedan

Novel merupakan cucu anggota BPUPKI Abdurrahman Baswedan. Itu artinya Novel sepupu dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


4. Disiram Air Keras

Kasus Novel Baswedan ini menghebohkan publik. Pada 11 Maret 2017, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Kedua matanya pun rusak parah. Novel pun berobat di Singapura.

Penyiram mata Novel divonis 2 tahun penjara. Pelaku terbukti melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

5. Sudah Sembuh dari COVID-19

Novel Baswedan dinyatakan positif Corona (COVID-19) pada Jumat, 28 Agustus 2020. Dia sebelumnya menjalani tes swab pada Kamis, 27 Agustus 2020.

Meski dinyatakan positif, Novel tidak merasakan gejala Corona. Dia pun menjalani isolasi mandiri di rumah. Novel sembuh setelah menjalani isolasi mandiri selama 11 hari.

(nwy/pal)