Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, MUI: Mengejutkan dan Menyedihkan

ADVERTISEMENT

Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, MUI: Mengejutkan dan Menyedihkan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 12:43 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Sekjen MUI Anwar Abbas (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Sekjen MUI Anwar Abbas turut berkomentar terkait tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh KPK. Anwar mengatakan kabar penangkapan Edhy itu sangat mengejutkan dan menyedihkan.

"Berita tertangkapnya orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, jelas-jelas sangat mengejutkan dan menyedihkan kita. Mengejutkan karena yang bersangkutan adalah seorang menteri dan menyedihkan karena ini suatu pertanda bahwa praktik korupsi di negeri ini benar-benar sudah luar biasa hebat, meluas dan ganasnya serta sudah seperti membudaya di dunia birokrasi," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Rabu (25/11/2020).

Ia juga merasa heran di masa pandemi COVID-19 masih saja ada pihak yang tega melakukan korupsi. Padahal, ia mengatakan saat ini negara membutuhkan dana yang besar untuk membantu dan menolong warga yang terdampak virus Corona.

"Apakah mereka tidak punya hati nurani karena di tengah-tengah negara ini dilanda wabah COVID-19 di mana negara sangat-sangat membutuhkan dana yang besar bagi membantu dan menolong orang-orang yang sakit dan termiskinkan oleh pandemi COVID-19, mereka dengan tega mencuri dan mengambil uang negara untuk memperkaya diri dan kelompok serta relasinya," ujarnya.

Ia juga menyayangkan praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) masih saja terjadi di era pasca-reformasi, seperti saat ini. Untuk itu, ia meminta pemerintah kembali mencanangkan dan memperteguh tekat pemberantasan korupsi. Ia juga berharap langkah-langkah pemberantasan korupsi harus dipertegas agar kepercayaan rakyat kepada pemerintah semakin tinggi.

"Kalau praktik-praktik KKN ini tidak bisa kita atasi maka pertanyaannya mau ke mana negeri ini? Bukankah kita dulu melakukan reformasi di tahun 1998 karena kita sudah muak dengan praktik-praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) sehingga kita sudah bertekad untuk memberantasnya sampai ke akarnya. Tetapi apa yang terjadi, jangankan praktik KKN tersebut bisa kita basmi malah dia semakin meluas dan tumbuh dengan suburnya. Oleh karena itu, negeri ini harus kembali memancangkan dan meneguhkan tekadnya untuk memberantas praktik-praktik tidak terpuji tersebut karena kalau kita gagal dalam memberantasnya, maka tentu tidak mustahil negeri akan bergerak ke tubir kehancurannya dan kita tentu tidak mau hal itu terjadi. Untuk itu, langkah-langkah tegas dalam pemberantasan praktik KKN ini tentu jelas benar-benar harus menjadi perhatian," tuturnya.

Lantas, bagaimana penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK? Simak penjelasannya di halaman berikutnya>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT