Sebelum Wafat, Pak Dhar Bagi-bagi Duit ke 2 Perawat
Kamis, 26 Jan 2006 14:40 WIB
Jakarta - Mantan Wapres Sudharmono merupakan pribadi yang sederhana dan pekerja keras. Sebelum tutup usia, pria yang akrab disapa Pak Dhar ini masih sempat-sempatnya bagi-bagi duit meski sedang sakit.Begitulah kesan mantan Ketua Umum Partai Golkar ini di mata sahabatnya, mantan Kabulog Bustanil Arifin."Di rumah sakit, dua hari sebelum dia meninggal, dia memberi uang Rp 100 ribu kepada masing-masing dua perawat," kenang Bustanil.Hal itu disampaikan dia usai menghadiri pemakaman Sudharmono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2006). Sudharmono wafat Rabu malam karena sakit radang paru.Bustanil mengaku menjenguk sahabatnya tiga kali seminggu ke rumah sakit. "Orangnya sederhana, pekerja keras, jujur, dan hati-hati dalam pengeluaran," ujarnya.Pesan TerakhirPutri kedua Sudharmono, Sri Aryani, menyatakan semua keinginan Sudharmono sudah terpenuhi semua."Beberapa kali sudah menikahkan cucunya, juga sudah menghadiri wisuda cucunya. Soalnya keinginan terbesarnya melihat anak cucunya berhasil dalam pendidikan, biar bisa berguna bagi negara," kata Sri.Sri menyatakan sang bapak merupakan orang yang baik, sabar, dan rendah hati. "Itu yang ingin kami teladani. Dia berpesan agar kami jujur, meningkatkan iman dan taqwa, dan bekerja keras bagi negara," ujarnya.
(aan/)











































