Ada Peningkatan Volume Kendaraan, Pemprov DKI Belum Berlakukan Ganjil Genap

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 12:15 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria memenuhi undangan klarifikasi terkait kerumunan acara Habib Rizieq Syihab di Petamburan. Riza mengaku kedatangannya tersebut sebagai bentuk kewajibannya sebagai warga negara. Riza tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ada peningkatan jumlah kendaraan di Ibu Kota. Hal itu karena sudah kembali diizinkannya perkantoran untuk beraktivitas dengan kapasitas 50 persen.

"Ya kalau kenaikan tentu ada seiring dengan dibukanya perkantoran secara bertahap naik," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2020).

Meski demikian, Riza tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah kenaikan volume kendaraan yang ada. Dia hanya menyebut kenaikan belum signifikan.

"Tapi belum secara signifikan ya, silakan data detilnya ditanya ke Dishub," katanya.

Lebih lanjut, Riza mengatakan belum bisa memastikan kapan penerapan kebijakan ganjil genap. Riza mengaku saat ini pihaknya terus melakukan rapat koordinasi mengenai kebijakan ganjil genap.

"Ya belum (ganjil genap), belum sejauh itu. Prinsipnya kami setiap minggu ada rapat koordinasi rutin dialog, diskusi juga berkoordinasi dengan pakar para epidemiologi, termasuk urusan ganjil genap juga Kadis Perhubungan, Pak Syafrin juga berkoordinasi dengan para ahli, para pakar transportasi menyikapi ganjil genap dan kebijakan-kebijakan," katanya.

"Pak Gubernur itu sangat memperhatikan masukan-masukan, saran dari semua pihak terlebih dari para pakar, para ahli, para epidemiologi juga dilibatkan para pakar transportasi dilibatkan. Semua kebijakan yang kita ambil selalu melibatkan banyak pihak di internal Forkompinda juga dilibatkan," imbuh Riza.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hingga 6 Desember 2020. Sistem ganjil genap pun belum diberlakukan.

Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa PSBB transisi. PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta ini diperpanjang selama 14 hari. Perpanjangan PSBB transisi itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui siaran pers PPID DKI Jakarta, Minggu (22/11).

Kasubdit Gakkum Ditlantas PMJ, AKBP Fahri Siregar mengatakan, di masa perpanjangan PSBB transisi ini, ganjil genap belum diterapkan.

"Tanggal 23 November 2020 untuk pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap (GaGe) masih belum diberlakukan," kata Fahri, lewat keterangannya, Minggu (22/11).

(man/idn)