Catatan Komnas Perempuan soal Kasus Wanita Pemeran Video Porno di Jambi

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 09:17 WIB
Little girl suffering bullying raises her palm asking to stop the violence
ilustrasi (Foto: iStock)
Jambi -

Wanita berusia 18 tahun di Jambi berinisial DMP mengunggah video bugilnya di aplikasi dewasa usai diminta followersnya. Dari kasus ini, Komnas Perempuan menyoroti pentingnya pendidikan seksual.

"Kalau itu yang mengunggah dia (DMP) berarti dia memang tidak tahu konsekuensi itu. Nah inilah pentingnya tentang edukasi kepada masyarakat terkait dengan pendidikan seksual," ujar anggota Komnas Perempuan Bahrul Fuad kepada detikcom, Selasa (24/11/2020).

Bahrul mempersoalkan banyaknya warga yang belum teredukasi soal konsekuensi atau risiko mengunggah konten bernuansa seksual di dunia maya. Agar kasus serupa tak terulang, Bahrul menyinggung pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

"Menurut saya pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual itu menjadi sangat penting karena di dalam RUU penghapusan kekerasan seksual itu ada aspek pencegahan, aspek pencegahan itu meliputi salah satunya adalah pendidikan kepada masyarakat tentang. Bagaimana menghindari atau mencegah terjadinya kekerasan seksual," tuturnya.

Anggota Komnas Perempuan Bahrul FuadAnggota Komnas Perempuan Bahrul Fuad (Foto: Dok. Istimewa)

Terkait video porno DMP yang sudah tersebar, Komnas Perempuan meminta Kemkominfo untuk turun tangan menghapus video tersebut.

"Solusinya mestinya bahwa pihak pemerintah dalam hal ini Kominfo segera menghapus kalau bisa memblokir konten-konten seperti itu tetapi kalau sudah tersebar ya saya pikir kita harus menguatkan kepada korban ya untuk tidak mengulang lagi," imbuh Bahrul.

Polisi telah meningkatkan status kasus video porno ini menjadi penyidikan. Simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2