Korban SUTET Diteror Bangkai Ayam dan Lambang Tengkorak

Korban SUTET Diteror Bangkai Ayam dan Lambang Tengkorak

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2006 13:32 WIB
Jakarta - Korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang menjalankan aksi mogok makan dan jahit mulut, pada Kamis pagi, dikejutkan kiriman misterius. Paket itu berisi seekor bangkai ayam dan lambang tengkorak. PLN diduga ada di balik peristiwa ini.Selain bangkai ayam dan lambang tengkorak di dalam bingkisan yang dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam, juga ditemukan selembar kertas bertuliskan "Stop mogok makan". Tulisan itu dibuat dengan darah.Paket itu dikirimkan ke tempat aksi mogok dilakukan, yakni Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI) di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (26/1/2006).Paket itu ditemukan Iyah Manupandu (39), penjaga posko yang tinggal di posko tersebut bersama suami dan lima anaknya. Ketika pulang dari pasar pukul 05.45 WIB, Iyah menemukan bingkisan dalam kantong plastik hitam yang digantung di pagar posko.Iyah mengaku terkejut dan tidak berani membuka paket itu karena khawatir berisi bom. Iyah kemudian membangunkan penjaga posko yang lain, Taufik (25). Taufik merupakan anggota keluarga korban SUTET yang ikut mogok, Ny Saodah.Iyah langsung meminta Taufik membuang bungkusan tersebut. Bungkusan itu lalu disingkirkan Taufik ke lokasi yang tidak jauh dari posko. Ribut-ribut di antara kedua orang ini mengenai paket tersebut mengundang perhatian penjaga posko lainnya.Mereka lalu berinisiatif untuk mengambil kembali bungkusan itu untuk melihat isinya. Saat bingkisan dibuka, mereka kaget karena menemukan seekor bangkai ayam.Koordinator Solidaritas Aksi Korban SUTET Indonesia (SAKSI) Mustar Bonaventura menilai kiriman itu sebagai teror, karena ada pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.Dia mengaku tidak tahu siapa yang mengirim bangkai ayam itu. "Sejauh ini kita belum menuding pihak mana pun. Tapi kita yakin yang melakukan ini adalah PLN," cetusnya.Hingga pukul 13.00 WIB, Mustar mengaku belum melaporkan temuannya tersebut ke anggota dewan, seperti Fraksi PDIP maupun pihak kepolisian, karena menganggap hal itu tidak efektif."Esensi persoalannya bukan di bangkai ayam, kita khawatir malah nanti terjadi pengalihan isu. Yang kita harapkan justru bagaimana korban SUTET mendapatkan ganti rugi," tegasnya.Saat ini kondisi kesehatan 4 korban SUTET yang mogok makan dan jahit mulut terus menurun. Rencananya hari ini mereka akan menjalani cek medis.Keluarga mereka dengan setia menunggui dan sesekali memberikan dua sendok air putih jika mendengar rintihan mereka.Salah satu korban tampak jahitannya mulai terlepas, tapi ia tetap keukeuh meneruskan aksinya. Sementara Jajang yang sehari sebelumnya mendapatkan infus, infusnya kini sudah dicabut. (umi/)


Berita Terkait