Pamit ke Kondangan, Guru di Luwu Ditemukan Tewas Penuh Luka di Parit

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 19:52 WIB
Ilustrasi mayat tenggelam
Ilustrasi penemuan mayat mengapung (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Jasad seorang guru berinisial AS (34) menggegerkan warga setelah ditemukan penuh luka dan mengambang di sebuah parit di Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebelum ditemukan tewas, korban awalnya pamit kepada istrinya dengan alasan mau pergi ke acara pengantin (kondangan).

"Jasad korban ditemukan sekitar pukul 06.30 Wita," kata Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam saat dimintai konfirmasi, Selasa (24/11/2020).

Berdasarkan kronologi yang dihimpun kepolisian setempat, korban awalnya pamit kepada istrinya pada pukul 20.00 Wita, Senin (23/11), lantaran hendak ke acara pengantin yang tidak jauh dari rumahnya di Desa Muladimeng, Ponrang, Luwu. Lalu sekitar pukul 22.00 Wita, AS sempat menelepon istrinya, kemudian menyampaikan bahwa dia sudah mau pulang ke rumah.

"Tapi korban tak kunjung sampai ke rumah," tutur AKP Faisal.

Hingga keesokan harinya, salah satu warga setempat bernama Fahruddin melihat jasad korban mengapung di sebuah parit tepi jalan. Fahruddin pun bergegas memberitahukan kepada kepala desa setempat.

"Dia menyampaikan kepada Kepala Desa Muladimeng bahwa 'Ada AS di kali didapat, tapi kalau saya lihat sudah meninggal mi'," ujar Faisal mengulas laporan saksi kepada kepala desa setempat.

Atas laporan saksi itu, kepala desa setempat dan warganya lantas datang ke lokasi. Warga setempat sempat menunggu petugas kepolisian datang karena tubuh korban penuh luka. Namun belakangan mereka sepakat untuk mengevakuasi korban dari sungai.

Polisi mengungkap kemungkinan soal luka-luka di tubuh korban di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2