Ini Langkah Satgas Jika Pasien Corona di Wisma Atlet Naik Lebih 2 Kali Lipat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 18:24 WIB
Wisma Atlet Kemayoran dialihfungsikan jadi rumah sakit darurat pasien COVID-19. Guna tangani kasus COVID-19 di Ibu Kota tower 5 Wisma Atlet pun siap beroperasi.
Ilustrasi Wisma Atlet Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menyebut keterisian RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, masih bisa menampung pasien Corona hingga hari ini. Wiku pun memaparkan sejumlah langkah apabila ada lonjakan kasus.

"Terdapat langkah-langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang dapat dilakukan pemerintah daerah. Jika kenaikan pasien sebesar 20 sampai dengan 50 persen, maka rumah sakit masih dapat menampung lonjakan pasien sebanyak 2 kali lipat," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020).

Lalu, jika kenaikan pasien COVID-19 lebih dari 50-100 persen, rumah sakit Wisma Atlet bisa memanfaatkan ruang perawatan umum untuk menjadi ruang perawatan pasien COVID-19.

"Jika kenaikan lebih dari 2 kali lipat, maka dapat mendirikan tenda darurat di area rumah sakit atau juga mendirikan rumah sakit lapangan atau darurat," paparnya.

Sebelumnya, Koordinator RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI dr Tugas Ratmono, mengungkapkan data pasien yang dirawat di Wisma Atlet. Tugas mengatakan ada kenaikan jumlah pasien di tower 6 dan 7 serta flat isolasi. Namun, kenaikan ini, jika dibanding pada September lalu, masih rendah.

"Kondisi jumlah pasien di RS Darurat wisma atlet hari ini yg dilaporkan pagi tadi jam 06.00 WIB, jumlah di tower 6 dan 7 saat ini huniannya adalah 53,8 persen, dan kalau kita lihat ini kalau kita bandingkan saat sebelum libur, waktu itu huniannya adalah 32 persen ini suatu saat itu saya kira suatu nilai terendah dari yang sebelumnya, kalau kita bandingkan September 25-27 September huniannya mencapai 90 persen, ini saya kira nilai terendah 32 persen," ujar Tugas saat konferensi pers di YouTube BNPB, Minggu (15/11).

Pada pertengahan November ini, Tugas menjelaskan, ada penambahan pasien sekitar 21 persen dari sebelumnya. Namun penambahan itu masih terkendali jika dibandingkan dengan penambahan pada September lalu.

Selain itu, di flat isolasi ada peningkatan 10 persen. Namun angka ini juga masih terkendali dibanding peningkatan pada libur panjang September lalu, yang kenaikannya mencapai 80-90 persen.

"Kedua flat isolasi mandiri di wisma atlet inI kita lihat saat sebelum libur panjang kita lihat angka terendahnya adalah 17, huniannya 17 persen dan saat ini kita lihat meningkat 10 persen, kira-kira jadi 27 persen. Dan ini tentunya sangat kalau kita bandingkan saat September lalu atau akhir September, hunian flat isolasi mandiri juga hampir mendekati 90 persen, atau 80-90 persen sehingga ini suatu hal yang saya kira peningkatan setelah libur panjang dibanding September peningkatannya tidak setinggi saat September," jelasnya.

(idn/knv)