Petugas Dihalangi Disinfeksi Rumah HRS, Komisi IX: Harus Telisik Ada Apa?

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 17:51 WIB
Polisi kembali melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2020). Penyemprotan dilakukan setelah muncul klaster Petamburan pasca serangkaian acara Habib Rizieq Syihab.
Polisi menyemprot Jalan Petamburan III, Tanah Abang, dengan cairan disinfektan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Petugas dihalangi oleh laskar FPI ketika berupaya melakukan penyemprotan disinfektan di kediaman Habib Rizieq Syihab (HRS). Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita menyebut memang ada interpretasi berbeda dari masyarakat terkait penyemprotan disinfektan.

"Kalau bicara disinfektan, kan namanya orang punya interpretasi lain ya, bahwa 'Ini tidak baguslah'. Tapi kalau di jalan, sebetulnya kan tidak masalah gitu," kata Felly kepada wartawan di gedung DPR, Selasa (24/11/2020).

Felly menyebut sebagian warga memang tidak ingin penyemprotan dilakukan di dalam rumah. Sebagian, kata dia, merasa ada dampak yang ditimbulkan dari penyemprotan disinfektan di dalam rumah.

"Lain lagi kalau sudah masuk rumah, itu kan juga mereka lihat dampaknya. Mereka pikir dari dampak itu sendiri, tapi kalau di jalan kan sebenarnya nggak masalah ya," ucapnya.

Meski begitu, Felly tidak bisa mengomentari jika ada sejumlah laskar FPI yang mencoba menghalangi petugas di Petamburan melakukan penyemprotan di kediaman Habib Rizieq. Menurutnya, perlu ada penelusuran terkait alasan mereka melakukan itu.

"Harus telisik lebih jauh, ada apa, baru (saya) bisa berikan statement lebih lengkap. Kalau cuma begini, nggak bisa, kita mesti lihat motifnya apa, kita harus tanya bukan satu sumber, tapi dari banyak sumber yang ada di masyarakat sekeliling itu seperti apa," ujarnya.

Lebih jauh Felly menyebut, untuk menghindari hal itu terjadi lagi, lebih baik ke depannya ada pemberitahuan yang disampaikan ke masyarakat terlebih dulu sebelum lakukan penyemprotan.

"Nah sebetulnya memang ini harus diberikan penjelasan dulu, pengumuman atau edaran bahwa hari apa itu akan ada penyemprotan disinfektan. Saya kira, kalau ini nyambung, nyampai informasi itu, saya kira tidak ada halangan untuk itu. Tapi, karena tidak diinformasikan sampai mereka, kaget saya kira itu," imbuhnya.