Komisi IX Cecar Beda Aturan soal Pasien Sembuh Corona, Ini Kata Terawan

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 17:51 WIB
Foto Menkes Terawan hadiri Raker Komisi IX (Matius Alfons/detikcom).
Menkes Terawan menghadiri raker Komisi IX. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto memberikan penjelasan terkait pasien sembuh Corona hingga aturan isolasi. Menkes Terawan menegaskan aturan mengenai pasien sembuh hingga isolasi sudah tercantum dalam buku panduan penanganan dan penanggulangan COVID-19.

Awalnya, Felly selaku pimpinan rapat mengingatkan kepada Menkes Terawan terkait sejumlah pertanyaan terkait pasien Corona yang masih belum terjawab. Salah satunya terkait pasien sembuh Corona hingga aturan isolasi.

"Pertanyaan tentang perdebatan setelah 14 hari menyangkut COVID ini belum dijawab, mungkin Menkes bisa beri jawaban karena ada perdebatan dokter 1 yang bilang setelah 14 hari setelah di-swab sekian kali, nggak perlu di-swab lagi. Ini perlu penegasan apa yang harus dilakukan," kata Felly saat rapat kerja Komisi IX bersama Menkes Terawan di gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Felly mengatakan ada sejumlah aturan berbeda yang disampaikan terkait pasien yang sudah sepenuhnya sembuh dari Corona untuk bisa keluar dari isolasi. Menurutnya, berbahaya jika orang yang sesungguhnya masih status OTG tapi sudah lepas dari isolasi.

"Kami butuh karena di daerah saya juga demikian, ada yang sudah beredar beredar sementara yang paling bahaya OTG-nya ini, yang kita belum tahu dia sudah negatif kemudian karena disampaikan tak perlu lagi sudah lewat 14 hari sudah nggak perlu lagi, sementara dia masih (positif) dan lalu beredar di masyarakat, dampaknya beban pemerintah lagi," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menjelaskan aturan terkait pasien Corona hingga lepas isolasi sudah ada di buku panduan revisi V. Dalam buku itu, kata dia, sudah ada aturan kapan seseorang bisa lepas dari isolasi.

"Terima kasih Bu Ketua, kita berpedoman pada revisi V yang sudah dikeluarkan dan disosialisasikan yang mengenai pedoman yang disebut sudah lepas isolasi, dan di situ sudah terperinci bagaimana seseorang dinyatakan sudah boleh keluar dari isolasi," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Yankes Kemenkes Tubagus Ahmad Choesni juga memberi penjelasan terkait buku panduan tersebut. Dia mengatakan pasien tak bergejala bisa menjalani isolasi selama 10 hari sejak diagnosis.

"Konfirmasi positif tapi tak bergejala, maka dilakukan isolasi mandiri atau isolasi di RS darurat terpusat yang disiapkan pemerintah, lalu isolasi dilakukan 10 hari sejak ditegakkan diagnosis. Kemudian dianggap sembuh tanpa follow up PCR, itu begitu untuk yang tak bergejala," ucapnya.

Tubagus juga menjelaskan pasien yang bergejala ringan sampai sedang juga harus menjalani isolasi selama 10 hari di RS rujukan atau tempat yang disiapkan pemerintah. Kemudian, jika pasien itu tak bergejala demam atau gangguan pernapasan, akan ditambah tiga hari waktu isolasi sebelum bisa dinyatakan keluar isolasi.

"Ini juga diisolasi mandiri di tempat yang disiapkan pemerintah atau di RS rujukan, lalu isolasi dilakukan minimal 10 hari sejak muncul gejala tambah tiga hari bebas demam dan gejala pernapasan. Jadi, setelah gejala ringan ditambah tiga hari, maka ini juga dianggap sembuh tanpa follow up PCR," ujarnya.

Selanjutnya, pasien Corona bergejala berat wajib diisolasi di ICU RS selama 10 hari sejak muncul gejala. Selanjutnya, jika pasien itu sudah tidak demam dan tak ada kendala pernapasan serta mendapat PCR dengan hasil negatif, akan ditambah tiga hari sebelum bisa dinyatakan keluar isolasi.

"Kemudian mereka yang terkonfirmasi positif dengan gejala berat harus diisolasi di RS apakah ICU atau RS rujukan dengan isolasi minimal 10 hari sejak muncul gejala ditambah tiga hari bebas demam dan gejala pernapasan dan dilakukan follow up dengan sekali minimal pemeriksaan PCR negatif," imbuhnya.

(maa/hel)