Kisah Nabi Muhammad dari Kelahiran, Menikah, Berdakwah hingga Wafat

Lusiana Mustinda - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 17:01 WIB
ilustrasi nabi muhammad
Foto: iStock
Jakarta -

Kisah Nabi Muhammad SAW selalu penting untuk diceritakan kepada generasi muda umat Islam sebagai suri tauladan. Sejak kelahiran, menikah, menerima wahyu, hijrah hingga wafatnya Rasulullah SAW umat Islam perlu tahu.

Dalam sejumlah Sirah Nabawiyah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awwal di tahun Gajah. Sejumlah literatur menyebut waktu kelahiran sang penghulu Rasul itu bertepatan dengan tahun 570 Masehi.

Orang tua Nabi Muhammad bernama "Abdullah bin Abdul Muthalib" dan "Aminah binti Wahab". Abdullah bin Abdul Muthalib wafat saat Nabi Muhammad 2 bulan dalam kandungan Siti Aminah.

Abdullah adalah seorang saudagar yang sering bepergian ke Negeri Syam. Ketika itu setelah belum lama menikah dengan Siti Aminah, Abdullah harus melakukan perjalanan ke Syam untuk urusan dagang.

Kembali dari Syam, Abdullah dan rombongan mampir ke Yatsrib untuk beristirahat. Namun Abdullah jatuh sakit dan meninggal dunia di Yatsrib, yang kini dikenal sebagai kota Madinah.

Nabi Muhammad lahir tanpa didampingi sang ayah. Setelah Nabi Muhammad lahir oleh ibunya, nabi diserahkan pada Halimah Sa'diah untuk disusukan. Saat itu, bangsa Arab mempunyai kebiasaan menyusukan anak-anak mereka kepada perempuan desa. Hal ini bertujuan agar anak-anak tumbuh dilingkungan pedesaan yang udaranya masih bersih. Selama empat tahun Nabi Muhammad bersama ibu susunya di dusun Bani Sa'ad.

Kisah Nabi Muhammad di masa kecil penuh duka. Saat Nabi Muhammad berusia 6 tahun sang ibu, Siti Aminah wafat. Nabi Muhammad pun kemudian dirawat oleh sang kakek dari pihak ayah, Abdul Muttalib. Namun dua tahun kemudian sang kakek wafat.

Nabi Muhammad kemudian dirawat oleh sang paman, Abu Thalib yang saat itu menjadi salah satu petinggi dari keluarga Bani Hasyim. Abu Thalib dan sang istri sangat menyayangi Nabi Muhammad seperti anak kandungnya sendiri.

Pernah suatu ketika, Nabi Muhammad SAW ikut Abu Thalib berdagang ke Syam. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan seorang tokoh agama yang melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad remaja.

Abu Thalib pun diminta segera mengajak Muhammad kembali pulang ke Mekah. Sebab jika ada yang mengenali tanda-tanda kenabian tersebut akan berbahaya pada diri Muhammad.

Kisah Nabi Muhammad dari Kelahiran, Menikah, Berdakwah hingga Wafat KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

(lus/erd)