Pria di Kaltim Rampok PSK Usai Kencan di Kopi Pangku, Ternyata Emas Palsu

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 16:05 WIB
WN, pria yang memukul kepala PSK dengam palu karena ingin merampok perhiasan korban
WN, pria yang memukul kepala PSK dengan palu karena ingin merampok perhiasan korban (Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)
Samarinda -

Pemuda berinisial WN (34), warga Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, tega memukul perempuan berinisial SI (38) dengan palu. Hal itu dilakukan WN untuk merampas perhiasan gelang emas milik SI, yang belakangan diketahui merupakan emas imitasi.

"Pelaku berniat mengambil perhiasan korban. Namun pelaku tidak mengetahui perhiasan tersebut perhiasan palsu," jelas Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Ridwan saat dihubungi Selasa (24/11/2020).

WN mengaku kepada penyidik, alasannya merampas perhiasan emas SI adalah terlilit utang setelah kalah berjudi di Samarinda. Penganiayaan tersebut berawal pada Minggu (22/11) pukul 12.30 Wita di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, tepatnya di warung kopi pangku.

"Pulang kerja, WN langsung mampir ke warung kopi dan langsung berkenalan dengan SI. Setelah itu, WN langsung bertransaksi untuk melakukan hubungan badan dengan SI," terangnya.

Ridwan menuturkan, sebelum melakukan hubungan badan, SI pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Saat itulah WN mengambil palu untuk melumpuhkan SI.

"WN mulai mengincar perhiasan korban. Lalu WN mengambil palu yang ada di kamar tersebut dan menyusul korban ke kamar mandi dan langsung memukul korban dengan palu," jelasnya.

SI sempat berteriak saat diserang WN. Karena panik, WN kembali memukul kepala SI berkali-kali dengan menggunakan palu tersebut sampai korban jatuh bercucuran darah.

"Setelah korban jatuh, WN langsung mengambil perhiasan yang dipakai oleh SI, dan WN langsung kabur," ucapnya.

Namun warga, yang mendengar teriakan SI, sudah berkumpul di dekat warung kopi. Hingga akhirnya WN menjadi bulan-bulanan warga di sekitar tersebut.

"Saat WN sudah menaiki kendaraannya, warga sudah berkumpul dan WN langsung diamankan. Sempat dipukul, tapi tidak sampai babak belur," bebernya.

WN dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun.

(aud/aud)