Vaksinolog: Keliru, Apabila Ada Anggapan Vaksin Tidak Ada Gunanya

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 10:19 WIB
Dua Potensi Vaksin COVID-19 Miliki Efektivitas di Atas 90 Persen. Apa Selanjutnya?
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Vaksinolog sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Dirga Sakti Rambe menyebut vaksin sebagai alat intervensi kesehatan masyarakat di saat pandemi sangat dibutuhkan.Menurutnya, kemampuan vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu seperti COVID-19, membuatnya menjadi alat yang paling efektif untuk mencegah penularan. Sehingga, keliru jika ada anggapan vaksin tidak berguna.

"Keliru apabila ada anggapan vaksin itu tidak ada gunanya. Karena vaksin sifatnya melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu memproduksi antibodi. Dan satu lagi vaksin punya keunggulan yang tidak dimiliki upaya pencegahan yang lain, yaitu vaksin memberikan perlindungan yang sifatnya spesifik," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Selasa (24/11/2020).

Dia menuturkan di kalangan masyarakat, masih ada sebagian yang belum mengerti pentingnya vaksin untuk mencegah penyakit menular. Hal itu membuat perlunya sosialisasi perihal vaksin dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

"Setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda, dan vaksin pun tidak akan mendapat izin apabila efektivitasnya rendah. Untuk vaksin COVID-19, WHO menetapkan efektivitas minimal mencapai 50%. Kita harapkan vaksin yang ada nanti efektivitasnya lebih tinggi dari angka yang ditetapkan WHO,", jelasnya

Lebih lanjut, dia mengungkapkan vaksin COVID-19 menjadi harapan untuk upaya menekan penyebaran COVID-19. Masyarakat diminta untuk yakin, bahwa vaksin yang disiapkan aman dan efektif karena harus terlebih dahulu mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kalau sudah ada izin (pemakaiannya), tidak usah ragu lagi. Apabila izinnya ada dan pemerintah meminta kita vaksinasi, segera kita kerjakan bersama. Sejauh ini dari hasil uji klinik terkait keamanan, tidak ada catatan efek samping yang serius mengenai keamanan vaksin ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, meskipun vaksin nanti akan datang, masyarakat tetap diimbau #IngatPesanIbu dengan disiplin menerapkan 3M #memakaimasker, #mencucitangan, dan #menjagajarak. Mari kita praktikan 3M tersebut sebagai satu-kesatuan dalam menekan pandemi yang tak kunjung usai ini.

(mul/ega)