Selain ke MK, Ardian Terpidana Kasus Ganja untuk Kesehatan Siap Ajukan PK

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 09:49 WIB
Aparat kepolisian memperlihatkan ganja hidroponik yang ditanam Ardian.
Aparat kepolisian memperlihatkan ganja hidroponik yang ditanam Ardian. (detikcom)
Jakarta -

Warga Surabaya, Ardian Aldiano (31), melakukan judicial review ke Mahkamah Kontitusi (MK) dengan meminta pohon ganja hidroponik untuk kesehatan dilegalkan. Di sisi lain, Ardian telah divonis 6 tahun penjara.

Kasus bermula saat Ardian ditangkap aparat kepolisian karena menanam ganja hidroponik di rumahnya. Ada 27 pot dengan tinggi tanaman 3-40 cm.

Kasus bergulir ke pengadilan. Jaksa menuntut Ardian selama 9 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Pada 16 November 2020, PN Surabaya menjatuhkan hukuman ke Ardian selama 6 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan.

"Untuk perkara pidananya klien menyatakan menerima," ujar pengacara Ardian, Singgih Tomy Gumilang, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (24/11/2020).

Meski menerima, Ardian tidak putus asa. Ia merasa yakin apa yang dilakukannya benar karena ganja yang ia tanam bukan untuk kejahatan, melainkan untuk kesehatan.

"Menerima, sembari menyiapkan upaya hukum peninjauan kembali," ujar Singgih.

Singgih menjelaskan bahwa Ardian terpaksa menanam ganja karena mempunyai riwayat epilepsi. Ganja yang ditanam itu pun hanya dikonsumsi untuk dirinya sebagai obat penyakitnya.

"Sebenarnya beliau punya penyakit epilepsi atau kalau tidur itu suka kejang-kejang, sehingga itu mengganggu yang di sebelahnya. Jadi beliau itu akan terkontrol kejangnya saat menggunakan ganja, maka epilepsinya tak kambuh lagi," kata Singgih.

Seperti apa gugatan Ardian, simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2