Dankoopssus: TNI Tak Akan Biarkan Terorisme Hantui Kehidupan Masyarakat

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 18:05 WIB
Dankoopssus TNI Mayjen Richard Tampubolon
Mayjen Richard Tampubolon melepas personel satuan gultor TNI untuk latihan di Perairan Selat Malaka. (Dok. Puspen TNI)

Latgultor yang diselenggarakan oleh Koopssus TNI itu melibatkan 338 personel yang terdiri atas Satuan 81 Komando Pasukan Khusus (Sat-81 Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Detasemen Bravo (Denbravo) 90 Paskhas TNI AU. Latihan juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas TNI.

"Selain itu juga untuk menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI untuk melaksanakan Operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi dan juga untuk memberi rasa tenang, aman, dan nyaman bagi seluruh warga masyarakat," tegas Mayjen Richard.

Dankoopssus juga menyinggung mengenai aksis terorisme sebagai act of war atau bentuk perang. Untuk itu, TNI harus bersiap, dari penangkalan, penindakan, hingga pemulihan.

"Aksi terorisme adalah salah satu hideouse crime (kejahatan yang mengerikan), hal ini bisa terjadi setiap saat termasuk saat situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini," tegasnya.

Mayjen Richard menyatakan aksi terorisme tidak hanya menjadi ancaman bagi Indonesia. Bentuk-bentuk terorisme merupakan ancaman global yang sudah terbukti menimbulkan banyaknya korban jiwa.

"Juga menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan bagi masyarakat, serta menimbulkan dampak negatif yang cukup luas terhadap berbagai aspek kehidupan," tutup Mayjen Richard.

Halaman

(elz/gbr)