Mengenal Buku 'How Democracies Die' yang Dipamerkan Anies

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 12:30 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi perbincangan usai mengunggah foto sedang membaca buku 'How Democracies Die' di media sosialnya. Apa isi buku 'How Democracies Die' ini?

Menurut data dari situs Goodreads, buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2018 oleh Crown Publishing Group. Buku ditulis oleh dua ilmuwan politik terkemuka, profesor Harvard, Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt. Untuk edisi bahasa Indonesia-nya sudah diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama dengan judul 'Bagaimana Demokrasi Mati'.

Dalam bukunya, kedua ilmuwan politik ini menyoroti fenomena kemunculan sejumlah pemimpin yang terkesan 'diktator', yang justru muncul melalui hasil pemilu. Mereka berpendapat bahwa kini demokrasi mati bukan karena pemimpin diktator--jenderal militer--yang memperoleh kekuasaan lewat kudeta, melainkan justru oleh pemimpin yang menang melalui proses pemilu.

Porsi buku ini banyak mengulas soal fenomena yang terjadi di Amerika Serikat. Yakni ketika Donald Trump, yang diusung oleh Partai Republik, menang pada Pilpres Amerika Serikat tahun 2016. Trump unggul atas kandidat Partai Demokrat, Hillary Clinton. Padahal banyak lembaga survei lokal yang memprediksi kekalahan Trump. Trump diduga kuat menang karena berhasil memainkan isu rasisme kulit hitam dan menebarkan ketakutan melalui hoax.

Begitu terpilih, Trump langsung mengeluarkan pernyataan kontroversial membuatnya terkesan seperti diktator. Beberapa di antaranya pernyataan perang yang diumumkan lewat akun Twitter pribadinya, rencana membangun tembok perbatasan Meksiko-Amerika Serikat; kebijakan luar negeri Korea Utara dan Afghanistan yang memicu perang; reformasi pajak; sikapnya arogan kepada media yang mengkritiknya; ketidakpercayaannya pada fenomena perubahan iklim; hingga yang paling kontroversial soal pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selain itu, buku 'How Democracies Die', juga mengulas soal fenomena serupa di Brasil, Filipina, hingga Venezuela. Fenomena pemimpin 'diktator' yang menang lewat pemilu juga terjadi di Peru, Polandia, Rusia, Sri Lanka, Turki, dan Ukraina.

Bagaimana proses kematian demokrasi? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3