Debat Pilkada Depok

Pradi Janjikan Ratusan Juta per RT/RW, Idris Siapkan Kartu Depok Sejahtera

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 21:25 WIB
Pemilihan wali kota depok
Foto: Debat Pilkada Depok (Screenshot Youtube KPU Depok)
Jakarta -

Pasangan cawalkot Depok sama-sama mengumbar janji di penghujung debat perdana. Calon nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia, menjanjikan bantuan ratusan juta.g ratusan juta ke warganya.

"Kami pastikan pasangan calon nomor 1, Pradi-Afifah akan melaksanakan pembaharuan dengan memberikan bantuan RT/RW Rp 500 juta," kata Pradi, di YouTube KPU Kota Depok, Minggu (22/11/2020).

Pradi menambahkan ia memastikan akan ada pemberian uang Rp 500 ribu per KK di tengah pandemi COVID-19 ini. Bila terpilih menjadi Wali Kota Depok, Pradi memastikan layanan kesehatan dan pendidikan gratis.

Selain itu, Pradi berjanji akan memberi ruang kebudayaan dan kreativitas untuk anak-anak muda. Sektor olahraga pun, sambungnya, akan ditingkatkan.

"Kemudian menambah ruas jalan utama berkoordinasi juga dengan pemerintah provinsi dan pusat. Kemudian menyediakan, saya pastikan 1 unit motor gerobak di setiap RW, dan juga kami pastikan ada 3 ambulans di setipa kelurahan," ucap Pradi.

Sementara itu, Cawalkot Depok nomor urut 2, Mohammad Idris, berjanji akan meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kota Depok. Selain itu, Idris berjanji akan memberikan Kartu Depok Sehat (KDS) bila kembali terpilih menjadi Wali Kota Depok.

"Dari semua yang kami paparkan di atas, saya Mohammad Idris dan wakil saya Imam Budi Hartono berkomitmen melaksanakan 2 dari 3 tugas utama pemerintahan daerah, yaitu melaksanakan pembangunan dan pelayanan. Oleh karena itu kami akan mengeluarkan KDS, Kartu Depok Sejahtera," kata Idris.

Pasangan Idris, Imam menambahkan ada 7 manfaat dari KDS ini. Manfaat itu adalah kesehatan gratis atau BPJS gratis, bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, jaminan kesediaan pangan, dan bantuan renovasi rumah tidak layak huni.

Dari KDS itu juga, Imam mengatakan masyarakat juga akan mendapatkan santunan kematian dan bantuan lanjut lansia dan disabilitas.

"(Lalu) tujuh, pelatihan keterampilan bantuan usaha dan penyaluran tenaga kerja," tandas Imam.

(imk/imk)