PPP Anggap Ucapan JK soal 'Kekosongan Kepemimpinan' Kritik Konstruktif

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 20:02 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Foto: Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengatakan ada kekosongan kepemimpinan yang menyerap aspirasi masyarakat. PPP menilai kritik JK sebagai kritik konstruktif.

"Saya kira sebagai sebuah kritikan dari Pak JK sah-sah saja memang, kalau dicerna mungkin ada benarnya. Tetapi tidak semuanya benar. Karena kalau dikatakan pemimpin tidak aspiratif disebut juga anggota DPR tidak aspiratif juga kan menurut Pak Jk. Tapi kan kami yang anggota DPR di fraksi-fraksi saya kira tetap menjadi saluran aspirasi dari masyarakat khususnya di masyarakat daerah pemilihan," ucap Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Minggu (22/11/2020).

Pria yang akrab disapa Awiek ini menilai kritik yang dilontarkan JK adalah kritik membangun. Menurutnya, apa yang disampaikan JK itu semata-mata agar Indonesia lebih baik.

"Kalau kami melihatnya apa yang disampaikan Pak JK sebagai sebuah kritikan yang konstruktif. Tidak perlu dipertimbangkan karena memang masukan, dan kritik konstruktif itu diperlukan untuk sama-sama membangun bangsa, meskipun faktanya apa yang disampaikan Pak JK tak semuanya benar," ucapnya.

Sebelumnya, dalam Webinar yang diselenggarakan DPP PKS bertajuk 'Partisipasi Masyarakat Sipil dalam Membangun Demokrasi yang Sehat' pada Jumat (20/11) lalu JK menjadi pembicara dalam webinar itu. JK angkat bicara mengenai fenomena Habib Rizieq yang meluas sehingga melibatkan TNI-Polri.

"Kenapa masalah Habib Rizieq Syihab, begitu hebat permasalahannya sehingga polisi, tentara, turun tangan, sepertinya kita menghadapi sesuatu yang goncangnya yang ada. Kenapa itu terjadi, ini menurut saya karena ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas," kata JK dalam webinar itu.

"Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang kharismatik katakanlah kharismatik, begitu, atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya. Ini suatu menjadi, suatu masalah, Habib Rizieq itu adalah sesuatu indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita," tambah JK.

Selanjutnya
Halaman
1 2