Jubir Jelaskan Maksud JK Bicara 'Kekosongan Kepemimpinan'

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 19:35 WIB
Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung resmi dilantik menjadi dewan kehormatan PMI 2019-2024. Berikut foto-foto momennya.
Foto Jusuf Kalla: (Muhammad Ridho)
Jakarta -

Juru bicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah menjelaskan maksud JK yang bicara mengenai kekosongan kepemimpinan saat membahas Habib Rizieq Syihab (HRS). Husain menyebut konteks pembicara JK itu merujuk ke partai politik berbasis Islam.

"Pak JK menjelaskan fungsi parpol dan anggota parlemen dari partai berbasis Islam. Yang dinilainya kurang menangkap dan menjalankan aspirasi umat, sehingga kekosongan ini yang diisi oleh HRS," ujar Husain saat dikonfirmasi, Minggu (22/11/2020).

Menurut Husain, JK di DPP PKS menekankan fungsi dan peran partai politik berbasis Islam untuk mengevaluasi diri. Partai politik dinilai harus menyerap aspirasi agar tidak ada parlemen jalanan.

"Apalagi penjelasan Pak JK konteksnya memang ditujukan ke partai ketika berbicara dalam webinar PKS. Jadi Pak JK menekankan pentingnya parpol-parpol berbasis islam mengevaluasi diri, untuk mengatasi kekosongan ini sehingga tidak terjadi parlemen jalanan," jelasnya.

Sebelumnya, dalam Webinar yang diselenggarakan DPP PKS bertajuk 'Partisipasi Masyarakat Sipil dalam Membangun Demokrasi yang Sehat' pada Jumat (20/11) lalu JK menjadi pembicara dalam webinar itu. JK angkat bicara mengenai fenomena Habib Rizieq yang meluas sehingga melibatkan TNI-Polri.

"Kenapa masalah Habib Rizieq Syihab, begitu hebat permasalahannya sehingga polisi, tentara, turun tangan, sepertinya kita menghadapi sesuatu yang goncangnya yang ada. Kenapa itu terjadi, ini menurut saya karena ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas," kata JK dalam webinar itu.

"Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang kharismatik katakanlah kharismatik, begitu, atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya. Ini suatu menjadi, suatu masalah, Habib Rizieq itu adalah sesuatu indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita," tambah JK.

Simak penjelasan JK lebih lanjut di halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2