PPP Tanya Balik ke Anies: Apa Menurutnya Demokrasi Kita Akan Mati?

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 19:34 WIB
Arsul Sani
Foto: Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah foto sedang membaca buku berjudul 'How Democracies Die' di media sosialnya. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP, Arsul Sani, menanyakan balik ke Anies maksudnya memposting kegiatan membaca buku tersebut.

Sebab menurut Arsul, daripada menerka-nerka maksud postingan Anies tersebut lebih baik ditanyakan langsung ke Anies. Arsul menanyai Anies terkait pandangannya terhadap demokrasi pada kondisi RI saat ini.

"Dari pada menafsirkan apa makna postingan di medsos Pak Anies yang sedang memegang dan membaca buku How Democracies Die, sehingga pikiran dan analisis kita menjadi macam-macam, maka lebih baik kita bertanya saja kepada Pak Anies apa makna buku itu baginya dan bagaimana ia mengkontekstualkan isi buku itu dengan keadaan kita sekarang ini," kata Arsul, saat dihubungi, Minggu (22/11/2020).

"Apakah menurutnya demokrasi kita ini akan mati kalau kondisinya seperti sekarang atau bagaimana?" imbuhnya.

Sekjen PPP itu menilai makna dari konteks postingan Anies itu sebaiknya dikembalikan ke Anies. Hal itu agar publik tidak berdebat terkait maksud dari postingan Anies yang sedang membaca buku berjudul 'How Democracies Die' itu.

"Jadi tafsir atas makna dan konteks postingan tersebut kita kembalikan kepada Pak Anies dengan pertanyaan diatas. Kalalau gak begitu, maka masing-masing akan bikin tafsir sendiri. Mulai dari tafsir yang melihatnya sebagai hal biasa sampai pada tafsir tentang kegundahan Pak Anies dengan situasi yang dihadapinya," ungkap Arsul.

Sementara itu, Wasekjen PPP Achmad Baidowi menilai kegiatan membaca buku How Democracies Die yang diposting Anies itu juga ditinjau dari segi posisi Anies sebagai pejabat publik. Menurutnya, Anies seolah-olah mencari perhatian agar mendapat atensi publik.

"Ya membaca Anies itu jangan hanya dibaca Anies sebagai Phd ataupun ahli ilmuwan. Tetapi harus menempatkan Anies juga dalam posisi politisi atau pejabat politik. Saya kira kalau kita melihat ya Anies mencoba menarik simpati, menarik perhatian dengan membaca judul buku seperti itu seolah-olah memberikan pesan bahwa meskipun tak ada niat tetapi publik akan melihat bahwa Anies mencoba menghubung-hubungkan," ujar pria yang akrab disapa Awiek itu.

Ia menilai Anies sengaja berupaya menarik simpati publik untuk menjaga elektabilitasnya di media sosial. Menurutnya popularitas di medsos perlu dijaga seorang kepala daerah yang menduduki jabatan politik.

"Ya supaya apa? Ya supaya perhatian politiknya tetap mendapat perhatian tidak hilang begitu saja. Untuk menjaga elektabilitas di media sosial, popularitas di media sosial itu saya kira tetap perlu dan itu disiasati oleh seorang Anies yang menjabat gubernur sekaligus dan jabatan politik," ujar Awiek.

Selanjutnya
Halaman
1 2